Saat Pangdam Diuji Mahasiswa: Dari Aksi Jalanan hingga Janji Pengawalan Program

BANDARLAMPUNG – (PeNa),  Suasana Aula Sudirman Makodam XXI/Radin Inten mendadak hidup. Mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga insan pers duduk satu forum, langsung berhadapan dengan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Senin (13/4/2024).

Lewat forum silaturahmi dan halal bihalal bertema “Kolaborasi Untuk Negeri”, Pangdam tak sekadar menyapa. Ia membuka ruang dialog, menerima kritik, sekaligus membeberkan arah besar Kodam XXI/RI ke depan.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi tanya jawab, isu panas langsung mencuat. Mahasiswa menyinggung aksi 7 April 2026 di DPRD Lampung. Pangdam tak menghindar.

“Aspirasi yang disampaikan mahasiswa sudah kami teruskan ke pimpinan. Itu menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan,” tegas Kristomei.

Sorotan lain datang dari KAMMI terkait pengawasan Koperasi Merah Putih. Pangdam memastikan TNI turun langsung mengawal.

“Kami tidak hanya melihat dari jauh. Pengawasan dilakukan berjenjang sampai ke tingkat bawah melalui Kodim, agar program berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Pangdam juga menegaskan peran strategis mahasiswa dan media dalam menjaga stabilitas daerah.

“Mahasiswa adalah kekuatan moral bangsa. Sementara media menjadi jembatan informasi yang harus akurat dan bisa dipercaya masyarakat,” katanya.

Ia menekankan, forum seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang menyamakan langkah.

“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tapi momentum membangun komunikasi dan kolaborasi nyata untuk menjaga Lampung tetap kondusif,” tegasnya.

Di hadapan peserta, Pangdam juga membeberkan sejumlah program strategis Kodam XXI/RI. Mulai dari pembangunan Jembatan Perintis Garuda—yang sebagian sudah digunakan—hingga puluhan proyek lain yang masih berjalan.

Selain itu, program TMMD, ketahanan pangan, hingga makan bergizi gratis terus digencarkan. Bahkan, pembangunan tujuh batalyon infanteri baru juga tengah dipacu, mayoritas berada di wilayah Lampung.

Langkah ini, kata Pangdam, bukan sekadar memperkuat pertahanan.

“Pembangunan satuan ini bukan hanya soal militer, tapi juga mendorong ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan wilayah,” ujarnya.

Forum ini pun jadi penegas: TNI, mahasiswa, dan media tak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi mulai dibangun—dan Lampung jadi panggung utamanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *