BANDARLAMPUNG – (PeNa), Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Selasa (14/4/2026) sore memicu banjir di sejumlah titik. Genangan meluas hingga merendam jalan utama, permukiman warga, hingga fasilitas publik. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Korban diketahui bernama Dewi, warga Garuntang. Ia dilaporkan meninggal dunia saat banjir melanda kawasan tersebut. Hingga kini, proses evakuasi dan pendataan korban masih dilakukan oleh petugas.
Salah satu titik terparah berada di sekitar RSUD Abdul Moeloek. Gedung rumah sakit rujukan itu ikut terendam, sementara akses jalan di pertigaan menuju lokasi tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus air di depan rumah sakit. Perekam video memperingatkan pengendara agar menghindari lokasi tersebut.
“Jangan lewat pertigaan depan Rumah Sakit Abdul Muluk, air sudah setengah mobil,” ujar perekam dalam video.
Kemacetan panjang tak terhindarkan. Dirman, salah satu pengendara yang terjebak di Jalan Teuku Umar, mengaku banjir seperti ini bukan kejadian baru.
“Selalu begini kalau hujan. Banjir di mana-mana. Saya buru-buru, rumah saya di Kedaton juga kebanjiran,” ujarnya.
Sebaran Banjir Meluas
Data sementara mencatat sedikitnya 20 titik di Bandar Lampung terdampak banjir. Wilayah tersebut di antaranya Kaliawi, Tanjung Karang Pusat, Kemiling, Way Halim, Kedaton, Rajabasa, Sukabumi hingga Garuntang.
Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Sultan Agung, Jalan Pangeran Antasari, hingga kawasan Flyover Kimaja ikut tergenang. Di sejumlah titik, ketinggian air bervariasi dari selutut hingga sepinggang orang dewasa.
Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh. Sejumlah kendaraan mogok, sementara warga berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Lampung, termasuk Bandar Lampung.
Dalam keterangannya, BMKG menyebut kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan intensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan genangan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan daerah dengan sistem drainase buruk. Warga juga diimbau menghindari perjalanan saat hujan deras berlangsung.
Hingga Rabu (15/4/2026), hujan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk memastikan keselamatan warga yang masih berada di area rawan banjir.






