Lampung Tenggelam

Kabupaten Pesawaran terendam banjir

Lalulintas menuju Lampung-Bengkulu terputus

Banjir mengakibatkan terputusnya arus lalulintas 

 BANDAR LAMPUNG (PeNa)- Hujan deras sepanjang 12 jam kemarin mengakibatkan banjir tinggi dibeberapa titik di Provinsi Lampung.

Banjir tidak hanya disebabkan buruknya drainase tapi juga debit air yang sudah tidak dapat ditampung dibeberapa sungai besar. Dari pantauan PeNa, banjir telah melumpuhkan arus lalulintas barat Lampung. Kendaraan yang mencoba menerobos air setingi lutut orang dewasa pun tak sedikit yang kandas.
Hujan deras sejak semalam yang terjadi di berbagai wilayah di Provinsi Lampung masih terus berlanjut hingga Selasa pagi.
Air bah bahkan telah melumpuhkan jalan utama lintas barat tepatnya di Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung.
Akibat banjir ini arus lalu lintas  dari lampung menuju bengkulu dan sekitarnya menjadi lumpuh.
Wakapolres Pesawaran Kompol Yustam Dwi Heno menjelaskan untuk mengantisipasi tingginya air yang menggenangi jalan-jalan utama, kepoilisian membagi tiga tim untuk penanganan pelancaran arus jalur utama jalur barat.
“Kami sudah bagi tiga tim untuk kelancaran arus lalulintas terutama untuk jalur yang arah Bengkulu,” ujarnya.  
Terdesak waktu kerja, sejumlah warga pengendara sepeda motor pun nekad menyebrangi genangan, namun tak sedikit yang akhirnya mengalami kendala.
“Mungkin karena debit airnya banyak, dan arealnya agak kebawah jadi ya seperti ini kondisinya, mudah mudahan bupati kita segera menanggulangi kondisi ini,” ujar Waluyo.
Banjir di Telukbetung Bandar Lampung 
Hingga berita ini di turunkan, hujan deras masih terus berlanjut, banjir juga menggenangi sejumlah pemukiman di Kelurahan Bagelen Kabupaten Pesawaran, warga terus melakukan upaya evakuasi di bantu pihak BPBD kabupaten setempat.
Banjir di Telukbetung Bandar Lampung
Banjir juga terjadi dibeberapa titik di Bandar Lampung, seperti yang terjadi di daerah Telukbetung. Beberapa tanggul yang dibuat pemerintah setempat untuk menghalau banjir tidak mampu menampung air bah yang sudah melimpas kepemukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *