BANDARLAMPUNG – (PeNa), Seni lukis tidak hanya menjadi wadah bagi seniman untuk mengekspresikan perasaan, tetapi juga menjadi refleksi kehidupan sosial.
Lewat sapuan kuas dan warna, para seniman mampu mengungkapkan emosi yang sulit disampaikan lewat kata-kata.
Lukisan pun sering kali mencerminkan persoalan sehari-hari seperti kesenjangan sosial, krisis identitas, hingga isu-isu global seperti lingkungan dan politik.
“Melukis bukan hanya soal teknik, tetapi tentang perasaan. Ketika suasana hati sedang tidak baik, sulit bagi saya untuk mendapatkan feel yang tepat dalam lukisan. Namun, saat hati mendukung, emosi seperti kekesalan bisa dituangkan dalam goresan,” kata Malik, seorang pelukis.
Menurut Malik, teknik melukis dapat dipelajari, tetapi tantangan terbesarnya adalah ketika imajinasi dan perasaan tidak tersampaikan dengan baik melalui karya tersebut.
Setiap goresan kuas, katanya, membuka ruang dialog antara seniman dan penikmat seni, memungkinkan orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling memahami emosi yang tersirat dalam lukisan.
“Motivasi saya melukis adalah karena semua manusia punya masalah. Melalui lukisan, saya bisa mengekspresikan emosi tanpa harus larut dalam stres atau depresi,” lanjut Malik.
“Bagi sebagian orang, mereka mungkin menyampaikan perasaannya dengan bercerita. Tapi bagi pelukis, goresan kuas adalah cara kami mencurahkan suasana hati.” tambahnya.
Karya Seni Mencerminkan Pikiran
Setiap lukisan bukan sekadar perpaduan warna atau gambar. Karya seni menyimpan makna mendalam, mencerminkan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi seniman.
Misalnya, salah satu karya Malik mencerminkan pergulatannya dengan kesendirian, yang ia sebut bisa menjadi berkah sekaligus siksaan.
“Ada sebuah lukisan yang memiliki sejarah mendalam. Itu menggambarkan bagaimana kesunyian bisa menjadi ketenangan, tapi juga bisa menyiksa. Bagi saya, itulah makna kesendirian,” jelas Malik.
Simbol-simbol yang digunakan seniman dalam karya mereka sering kali mengundang interpretasi berbeda dari para pengamat.
Pemahaman terhadap latar belakang dan konteks karya seni menjadi penting untuk menangkap makna yang ingin disampaikan.
Seiring berjalannya waktu, pandangan masyarakat terhadap sebuah karya pun bisa berubah, sehingga lukisan dapat mengambil makna baru di setiap masa.
Dengan demikian, seni lukis tidak hanya berfungsi sebagai media visual, tetapi juga menjadi medium komunikasi yang mampu menyampaikan emosi dan kisah yang mendalam. (Albina Annastasya)






