PESAWARAN-(PeNa), Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo meresmikan pompa irigasi dengan Pembangkit Listrik Tenang Surya (PLTS) di Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng, Selasa (06/10/2020).
Pompa irigasi tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan petani cabai di daerah tersebut yang kerap mengeluhkan kesulitan air ketika musim kemarau.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kapolda Lampung Brigjend Pol Purwadi Arianto, Danrem Gatam, Plt Bupati Pesawaran Eriawan, Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran Anca Marta Utama dan beberapa jajaran lainnya mengecek instalasi pada pompa irigasi tersebut.
Kadis Pertanian Kabupaten Pesawaran Anca Marta Utama mengatakan proyek tersebut merupakan permintaan para petani pada saat panen raya cabai beberapa waktu lalu. Dimana, petani mengeluhkan sulitnya air pada saat musim kemarau yang mengakibatkan para petani cabai tidak dapat bercocok tanam.
“Dengan adanya pompa irigasi bertenaga PLTS ini, diharapkan mampu membantu para petani cabai kita, karena kita ketahui Kecamatan Tegineneng salah satu kecamatan yang ada di Provinsi Lampung sebagai penyuplai cabai terbesar,” kata dia.
Bantuan pompa irigasi tersebut digelontorkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Apollonius Andwie C mengatakan bahwa penggunaan PLTS sebagai tenaga listrik pompa irigasi tersebut jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
“PLTS yang terpasang memiliki daya sebesar 38,5 kilo watt, yang dioperasikan melalui rumah control panel seluas 4×4 meter persegi, dan terdiri dari 140 keping panel surya, sementara kebutuhan listrik untuk mengoperasikannya pompa irigasi ini sebesar 25 kW,” jelas dia.
Menurutnya, pompa irigasi yang dipasang memiliki kecepatan 50 liter per second, yang mampu mengaliri lahan mencapai 167 ha dengan jarak dari danau ke lahan sekitar 1 kilometer.
“Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemprov Lampung, yang melihat para petani biasanya mengandalkan pompa diesel untuk tanaman cabe pada musim kemarau, sedangkan untuk musim penghujan petani akan memanfaatkan lahan untuk ditanami padi, namun dengan adanya pompa irigasi ini diharapkan mampu membantu para petani dengan harapan menambah hasil produk para petani,” ungkap dia.
Oleh: Sapto firmansis






