‎MES DIY Bekali Mahasiswa Ekonomi Syariah Hadapi Tantangan Industri

‎JOGJA (PeNa) – Masyarakat Ekonomi Syariah DIY turut membekali mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Syariah UMY melalui kegiatan Masa Ta’aruf Ekonomi Syariah 2026 tersebut.

Kegiatan Mataf Program Studi Ekonomi Syariah 2026 tersebut berlangsung Kamis (10/9/2026), dengan menghadirkan perspektif praktis ekonomi syariah bagi mahasiswa baru UMY.

Sebanyak 40 mahasiswa baru mengikuti pembekalan bertema Mewujudkan Ekonom Hakiki: Literat Finansial, Berkarakter Islami, dan Berkontribusi untuk Nusantara, sebagai bekal awal perkuliahan mahasiswa.

MES DIY hadir sebagai narasumber melalui Sekretaris Umum Dandan Hermawan, yang menyampaikan materi tentang ekonomi syariah, literasi finansial, dan tantangan masa depan industri.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMY, Dr Syarif As’ad, menekankan pentingnya mahasiswa membangun kemampuan sejak awal perkuliahan menghadapi dunia industri yang semakin kompleks.

“Dunia industri saat ini penuh tantangan, dan itu menuntut kemampuan serta skill yang harus mulai dibangun sejak sekarang,” kata Syarif kepada seluruh peserta.

Menurut Syarif, mahasiswa Ekonomi Syariah akan menjadi penerus dunia bisnis yang membutuhkan bekal pengetahuan, keterampilan, sekaligus karakter kuat dalam perjalanan profesional mereka kelak.

“InsyaAllah kalian membawa bekal cukup untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya kepada mahasiswa baru Ekonomi Syariah UMY dalam kegiatan tersebut hari ini.

Dalam pembekalan tersebut, MES DIY mengajak mahasiswa memperluas pemahaman bahwa ekonomi syariah tidak sekadar berkutat pada perbankan syariah dan berbagai produknya secara semata.

“Ekonomi syariah adalah cara mengelola aktivitas ekonomi dengan landasan nilai, keadilan, amanah, tanggung jawab, serta kemaslahatan,” jelas Dandan kepada mahasiswa baru UMY secara langsung.

Melalui materi Ekonomi Hakiki, mahasiswa diajak melihat persoalan ekonomi bukan hanya tentang memperoleh harta, tetapi mengelola dan menggunakannya secara bertanggung jawab untuk kemaslahatan.

“Pertanyaannya bukan hanya bagaimana memperoleh harta, tetapi bagaimana harta digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan,” ujar Dandan dalam pembekalan mahasiswa baru tersebut secara nyata.

Pesan itu diterjemahkan melalui tiga tahapan penting bagi mahasiswa Ekonomi Syariah, yakni tahu, mampu, dan berdampak dalam kehidupan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

“Mahasiswa tidak cukup berhenti pada teori. Ilmu harus mampu diterapkan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan penyelesaian persoalan masyarakat,” tegas Dandan kepada seluruh peserta.

Literasi finansial juga menjadi perhatian, terutama menghadapi paylater, pinjaman daring, investasi, trading, gaya hidup konsumtif, hingga ancaman penipuan digital yang semakin beragam bagi generasi muda.

‎“Pahami ke mana uang digunakan, bedakan kebutuhan dan keinginan, lalu kenali utang produktif maupun konsumtif sebelum mengambil keputusan keuangan,” kata Dandan kepada mahasiswa.

“Jangan hanya mengejar financial freedom, tetapi bangun juga financial responsibility agar setiap keputusan keuangan memiliki pertimbangan risiko dan manfaat,” pungkasnya dalam pembekalan tersebut.WAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *