SLEMAN (PeNa) – Standupindo Jogja kembali membuka panggung latihan komika melalui Open Mic di Tilasawa Coffee Manukan, Jumat malam ini, untuk mengasah materi komedi.
Acara tersebut menjadi ruang bagi komika untuk menguji materi humor baru sekaligus melihat respons langsung penonton sebelum tampil lebih besar malam itu secara langsung.
Open Mic Standupindo Jogja digelar melalui kolaborasi komunitas dengan Tilasawa Coffee Manukan, Condongcatur, Yogyakarta, menghadirkan panggung komedi bagi talenta lokal untuk penonton umum langsung.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga seluruh rangkaian pertunjukan selesai pada malam tersebut sebagai agenda komunitas.
Puluhan komika lokal disiapkan tampil membawa materi masing-masing dalam panggung yang dirancang santai, terbuka, dan interaktif untuk penonton sepanjang malam ini nanti.
Konsep utama acara bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi tempat komika berlatih sebelum membawakan materi kepada penonton lebih luas di berbagai panggung di hadapan.
Penyelenggara menyebut panggung open mic penting untuk mengasah materi, terutama bagian yang masih membutuhkan evaluasi dari penonton setelah penampilan malam itu berlangsung langsung.
Melalui penampilan langsung, komika dapat mengetahui bagian materi yang mengundang tawa maupun bagian yang perlu diperbaiki berdasarkan reaksi penonton setelah tampil secara langsung.
“Kami ingin menyediakan ruang untuk mencoba materi baru,” demikian semangat yang dibawa Standupindo Jogja melalui kegiatan tersebut bagi para komika malam ini bersama.
Menurut penyelenggara, respons penonton menjadi salah satu bahan evaluasi penting bagi komika setelah menyelesaikan penampilannya di atas panggung sebagai masukan untuk materi selanjutnya.
Karena itu, suasana panggung dibuat cair agar komika berani bereksperimen dengan sudut pandang, premis, hingga punchline baru setiap penampilan di panggung tersebut.
“Open mic ini menjadi tempat berlatih,” ujar pihak penyelenggara dalam penjelasan mengenai tujuan kegiatan tersebut kepada calon pengunjung di Yogyakarta bersama komunitas lokal.
Acara juga terbuka bagi masyarakat umum dengan ketentuan usia minimal 18 tahun, sehingga penonton dapat menikmati pertunjukan komedi malam ini secara langsung bersama.
Penyelenggara memastikan masyarakat tidak perlu membeli tiket untuk menyaksikan penampilan para komika pada malam tersebut secara gratis bagi seluruh pengunjung yang hadir.
Pengunjung cukup membeli makanan atau minuman yang tersedia di Tilasawa Coffee Manukan selama menikmati pertunjukan berlangsung bersama penonton lainnya hadir langsung malam.
Ketentuan tersebut membuat panggung komedi ini sekaligus menawarkan pengalaman nongkrong sambil menyaksikan proses kreatif para komika lokal bersama teman malam ini juga.
Penonton juga berkesempatan menyaksikan materi yang masih berkembang sebelum dibawa komika ke panggung pertunjukan dengan skala lebih besar nantinya secara langsung malam itu.
Standupindo Jogja berharap ruang latihan semacam ini terus membantu lahirnya materi segar sekaligus memperkuat ekosistem komedi lokal di Yogyakarta secara berkelanjutan terus.
Open mic menjadi bagian penting perjalanan komika karena setiap tawa, respons, dan keheningan penonton dapat menjadi bahan pembelajaran berharga setiap malam berikutnya lagi.
Melalui panggung di Tilasawa Coffee Manukan, Standupindo Jogja kembali mengajak masyarakat menikmati komedi sekaligus mendukung proses kreatif komika lokal bersama penonton malam.WAN
Standupindo Jogja Asah Materi Komika Lewat Open Mic Tilasawa






