Meski Pandemi Telah Landai, Bupati Pesawaran Tekankan Tetap Vaksinasi

P E S A W A R A N – (PeNa), Meskipun pandemi corona melandai, namun virus tersebut masih ada dan melalui program vaksinasi pencegahan dapat dikakukan guna memutus mata rantai penyebarannya.

Demikian diungkapkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pada kunjungan silaturakhim Ramadhan 1443H di Masjid Fathul Hidayah di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Jum’at (15/04/2022).

” Ibadah dibuka seluas-luasnya, Sholat Ied sudah diperkenankan, hiburan musik sudah diperbolehkan tapi itu tadi syaratnya harus telah vaksinasi,” kata dia.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kualitas dibidang kesehatan dan selalu berjaga-jaga karena covid-19 belum berakhir.

” Karena walaupun sudah tidak ada lagi aturan-aturan yang mengikat masyarakat dibidang kesehatan tapi tentunya kita harus waspada dan berjaga-jaga, jangan sampai dari silaturakhmi ini terjadi lagi lonjakan virus covid-19 di Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.

Vaksinasi tahap 1 dan 2 telah banyak diberikan kepada masyarakat Bumi Andan Jejama, dan kini tinggal memberikan vaksin dosis 3 yakni Booster guna meningkatkan imunitas masyarakat sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

” Pastikan diri kita sudah diberikan vaksin, tentu saya berharap Teluk Pandan ini menjadi pelopor karena berdekatan dengan kota yang harus diperkuat imun tubuh kita, dengan banyaknya kita menerima vaksin walaupun masih ada,” tutur dia.

Dua tahun lebih pandemi telah berlangsung dengan melumpuhkan seluruh sektor, karenanya Dendi Ramadhona mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada masyarakat dengan penuh kesabaran menjalani kehidupan selama dua tahun, sudah berjibaku melawan virus covid-19.

” Baik sisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, termasuk juga sisi religi yang terkadang bertolak belakang karena beribadah tidak boleh berdekatan dan lain-lain,” ucap dia.

Dampak pandemi untuk program pembangunan Kabupaten Pesawaran juga mengalami kendala, pasalnya hampir seluruh dana dipergunakan pada penanganan covid-19.

” Semua bidang diantaranya bidang infrastruktur, bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan lain-lain, salah satunya di Teluk Pandan ini adalah Jembatan yang belum terlaksana maupun program bencana alam karena anggarannnya tidak masuk dan semua anggaran dialihkan,” urainya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi bukan hanya di Kabupaten Pesawaran saja, melainkan di seluruh dunia, termasuk desa-desa juga, anggaran yang semestinya dipakai untuk membangun jalan, dialihkan untuk bantuan langsung tunai. Begitu juga Pemda Kabupaten Pesawaran, tadinya anggaran masuk tapi ternyata tidak ada yang masuk.

” Jadi tertunda semua program yang ada, maka saya berharap bersabar, doakan kami di Tahun 2022 ini menjadi titik balik. Titik balik pembangunan lebih pesat, lebih maju lagi, dan masyarakatnya bisa lebih sejahtera lagi, ini semua atas kesadaran masyarakat,” ujar dia.

Kendati begitu, masyarakat harus terus semangat dan berdoa di tahun ini Kabupaten Pesawaran bisa lebih maju, bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang terlambat hampir dua tahun dengan menggenjot sektor pajak.

” Jadi Kami di jajaran Pemda dan pemerintahan desa berupaya mendukung dan terus menggali pendapatan daerah yang akan dikembalikan dalam bentuk program kegiatan sehingga daerah kita maju, tentram dan sejahatera untuk mencari cara yang terbaik menyelesaikan permasalahan-permasalahan Kabupaten Pesawaran di Bumi Andan Jejama ini,” tegas dia.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga menyerahkan sejumlah bantuan hibah rumah ibadah dan santunan kepada anak yatim serta santunan beras sedekah (berkah) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *