Minggu Depan Dewan Janji Periksa Sumur Bor

PESAWARAN-(PeNa), Proyek pembangunan sumur bor senilai Rp1,3milyar yang disoal, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran dari komisi IV bidang kesehatan,Arya Guna berjanji akan periksa kelapangan pada minggu depan.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada PeNa melalui sambungan pesan Whatsapp.”Kalau sekarang belum bisa, minggu ini saya masih ada agenda pembahasan pertanggungjawaban Apbd.
Inya Allah minggu depan, nanti saya koordinasikan dengan teman-teman, ” kata Arya Guna, Kamis (13/7).
Selanjutnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran, Harto Susanto mengaku sudah mendapat alasan dari dinas kesehatan. “Kalau menurut dinas kesehatan, proyek tersebut masih dalam perawatan. Tapi, apapun itu kita tetap akan mengecek kelapangan agar bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya, ” kata dia.
Untuk anggota dewan,ujar dia, yang akan turun kelapangan adalah dari daerah pemilihan masing-masing. “Saya sudah komunikasi dengan teman yang dari dapil tersebut untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Ada Arya Guna dari Gedong Tataan dan Roliyansyah dari Kedondong dan Way Lima, ” ujar dia.
Diketahui, meski baru saja selesai dibangun, kondisi bangunan sumur bor belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Bahkan, ada persoalan yang ditinggalkan oleh pekerja yaitu hutang yang lumayan banyak di warung tempatnya makan dan minum. “Memang,mungkin menurut pihak dinas hutang yang ditinggalkan hanya sedikit. Namun, menurut kamampuan warung,uang segitu ya cukup besar, ” kata Kades Sungailangka, Erwan.
Sebelumnya, diinformasikan bahwa beberapa kegiatan proyek pada dinas kesehatan diduga bermasalah. Salah satunya adalah pengadaan sumur bor di empat desa dengan dana Rp1,3Milyar yang belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Kepada PeNa, Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran, Harun Tri Joko menegaskan bahwa soal tersebut yang bertanggungjawab adalah Abdullah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Kalau soal itu, Abdullah yang bertanggungjawab. Karena dia itu PPKnya, kan jelas.” kata dia.
Hasil pantauan PeNa dilapangan, Abdullah memiliki karir jabatan yang luar biasa. Sebelum menjadi sekretaris dinas, Abdullah menjabat sebagai salah satu kepala seksi (kasi) dan langsung lompat ke atasnya menjadi sekdis didinasnya. PeNa-spt.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *