METRO (PeNa): Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) merasa dirugikan dengan anjungan setoran tunai. Pasalnya, setoran tunai melalui anjungan yang berada di Jalan AH Nasution, Kota Metro tersebut menelan sejumlah uang nasabah dan tidak mencatatnya kembali dalam rekening.
Ratna, salah seorang nasabah yang menyetorkan uangnya sebesar Rp 6 juta tersebut tidak tercatat dalam rekening, pada Jumat (5/4). Setelah diketahui ATM tersebut dalam keadaan rusak tapi tetap menelan uang nasabah yang berdomisili di Metro Timur tersebut.
“Saya setor lewat ATM Jumat lalu sekitar jam 19.35 WIB. Uang saya tertelan tapi tidak masuk rekening dan dalam ATM atau petugas setempat tidsk memberitahu kerusakan ATM,” kata dia.
Namun setelah beberapa saat, Ratna mengecek rekening melalui M-Banking tapi dana sebesar Rp 6 juta yanh disetorkan tidak masuk.
“Saya cek struk yang saya terima melalui ATM dan ternyata terdapat catatan jika ATM itu dalam keadaan rusak. Aneh, pelayanan bank ini sudah merugikan saya,” tegasnya.
Keadaan diperparah dengan keterangan satpam yang bertugas pada malam itu, yang menyatakan bahwa uang tidak dapat masuk otomatis sebelum diurus pada hari Senin berikutnya.
“Gak bisa masuk otomatis selain diurus, nanti Senin kembali lagi aja kesini,” ujar satpam tersebut.
Satpam juga menjelaskan jika uang nasabah tersebut hanya bisa masuk rekening setelah 14 hari kerja. “Kalau sudah diurus uang bisa masuk rekening setelah 14 hari kerja bu,” tambahnya.
Nasabah lain pun mengelukan hal sama. Pada saat melalukan transfer, saldo nasabah tersebut terpoting namun dana tidak terkirim pada rekening penerima. “Gak ada penjelasan yang memuaskan kami dari pihak bank,” tegasnya. Ist






