Pastikan Bebas PMK, 3000 Vaksin Diberikan Pada Sapi Di Tanjung Bintang

LAMPUNG SELATAN-(PeNa), Guna memastikan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), 3000 botol vaksin Aphtovet PMK diberikan pada hewan sapi milik para petani di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang, Selasa (05/05/2026).

 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT)  Puskeswan Tanjung Bintang drh.Ratu Maidiza Jopanda melalui Medik Veteriner UPT Puskeswan Kecamatan Tanjung Bintang drh. Erwin Hasudungan Tambunan mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program nasional yang dilakukan secara bertahap.

 

“Menjelang hari raya idul adha 2026, kita dapat pastikan hewan sapi yang ada di wilayah kami aman dan bebas dari PMK. Nah, sekarang ada 3000 botol vaksin yang sedang kita lakukan penyuntikan terhadap sapi petani,” kata dia.

 

Menurutnya, masyarakat atau petani yang memelihara hewan ternak sapi sudah memahami dan mengerti cara penanganan ketika hewannya terserang virus penyakit PMK.

 

“Kalau sapi yang kena PMK bisa fatal, sapi tidak bisa makan karena mulutnya luka infeksi atau sariawan semua, sehingga bisa sampai mati kelaparan. Tapi, petani sekarang sudah pintar ketika ada kasus tersebut langsung memberikan informasi ke kami dan langsung diambil tindakan sehingga terselamatkan,” ujar dia.

 

Ditegaskan, Vaksin Aphtovet PMK diberikan secara gratis kepada masyarakat petani sapi. Kegiatan juga telah dilangsungkan dari beberapa bulan yang lalu.

 

“Pemberian vaksin pakai tahapan, satu bulan dua bulan enam bulan hingga satu tahun. Bagi masyarakat petani yang memiliki ternak sapi dan belum mendapatkan vaksin, dapat langsung datang ke Puskeswan atau menghubungi petugas kami agar segera diberikan,” tegas dia.

 

Menanggapinya, Tamijan salah satu petani yang memiliki empat ekor sapi di Desa Serdang mengatakan bahwa adanya pemberian vaksin Aphtovet PMK oleh pemerintah sangat membantu menyelesaikan wabah penyakit sapi yang sempat merenggut banyak nyawa sapi sebelumnya.

 

“Dulu waktu baru barunya PMK nyerang, ya banyak juga petani yang kehilangan sapinya. Alkhamdulillah, pemerintah memberikan vaksin guna mencegahnya sehingga tertolong. Kalau untuk wilayah Desa Serdang atau Tanjung Bintang umumnya, kondisi sapi terkontrol dengan baik karena dokter hewan di Puskeswan aktif mengecek dan memantau dilapangan,” kata dia.

 

Kalau terkait pembuatan surat atau dokumen pada sapi yang akan dibawa keluar, prosesnya terus didampingi pihak Puskeswan Tanjung Bintang sehingga kecil kemungkinan adanya penyalahgunaan.

 

“Setau kami, semua sapi yang dibina oleh Puskeswan Tanjung Bintang saat akan dilakukan pengiriman ke luar daerah pasti didampingi oleh petugas dalam pembuatan dokumennya. Kan, memang ini tanggungjawabnya sebagai pembina dari pemerintah, kemarin yang menyebut bayar sampai lima juta untuk pengurusan itu pasti tidak benar, karena semua itu dilakukan secara online,” tegas dia.

(Yudi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *