Pelatih Ajax: Kami Datang ke Final untuk Juara

Para pemain Ajax merayakan lolosnya mereka ke final Liga Europa, di kandang Lyon, Kamis, 11 Mei 2017.
Para pemain Ajax merayakan lolosnya mereka ke final Liga Europa, di kandang Lyon, Kamis, 11 Mei 2017. (AFP)

Lyon – Pelatih Ajax, Peter Bosz, mengajak pasukan mudanya untuk membuat sejarah setelah memastikan diri lolos ke final Liga Europa setelah menang agregat 5-4 atas wakil Prancis, Olympique Lyon, Kamis (11/5) atau Jumat dini hari WIB.

Dalam semifinal kedua di Stadion Parc Olympique Lyonnais, gol Kasper Dolberg pada menit ke-27 menjadi penentu lolosnya klub yang bermarkas di Amsterdam Arena itu ke partai pamungkas. Tiga gol Lyon yang dicetak Alexandre Lacazette (dua gol) dan Rachid Ghezzal menjadi tak berguna.

Enam menit menjelang pertandingan usai tim tamu kehilangan satu pemainnya Nick Viergever lantaran diusir wasit karena mendapat kartu kuning kedua. Namun dalam waktu tersisa Lyon gagal menambah gol. Ajax pun lolos untuk menantang Manchester United pada partai final di Stadion Friend Arena, Solna, Swedia, pada 24 Mei mendatang.

“Setelah dua pertandingan kami memang layak lolos,” kata Bosz kepada RTL.

“Perasaan saya luar biasa. Saya senang karena Manchester United yang akan menjadi lawan kami karena mereka adalah lawan yang hebat,” ungkap mantan pelatih Vitesse dan Maccabi Tel Aviv ini.

“Kini kita akan lihat apakah kami bisa benar-benar bisa membuat sejarah. Bermain di final tentu bagus namun di final kami bermain untuk menang,” papar mantan pemain Feyenoord ini.

Bosz mengakui faktor keberuntungan ikut berperan dalam lolosnya mereka ke partai pamungkas. Setelah unggul, gawang Andre Onana tiga kali dibobol Lyon. Jika kebobolan satu gol laga maka pertandingan harus dilanjutkan dengan babak tambahan waktu.

“Jantung saya berdegup kencang,” kata Bosz. “Kami membuat pertandingan ini menjadi sulit karena kami sebenarnya bermain bagus pada babak pertama,” ungkap Bosz lagi.

Lacazette membuat Lyon bangkit lewat dua gol dalam jangka waktu satu menit. Tuan rumah mendapat penalti pada menit ke-45 setelah Matthijs de Ligt menjatuhkan Alexandre Lacazette di kotak terlarang. Lacazette berhasil melaksanakan tugasnya dari titik putih. Tak berapa lama, hanya beberapa detik sebelum jeda, pemain Timnas Prancis ini kembali menjebol gawang Onana.

“Dua menit sebelum istirahat semuanya menjadi tak benar. Saya bilang kepada pemain saya, jangan panik. Namun pada babak kedua permainan menjadi berbeda. Keyakinan Lyon membuat kami berada dalam kesulitan,” imbuh Bosz.

“Namun dalam dua pertandingan ini kami memang lebih baik meski kami tetap mendapat keberuntungan pada akhirnya. Namun ini sudah selesai dan ini sangat spesial,” ungkapnya lagi.

Sementara striker Lyon, Alexandre Lacazette, menyesali cedera yang membuatnya hanya main sebagai pengganti pada pertandingan pertama, saat Lyon tumbang 1-4 di Amsterdam. Saat itu dia baru masuk pada menit ke-76 menggantikan Gnaly Maxwell Cornet.

“Kami tak terlalu jauh dari tiket final. Kami tak cukup tajam di depan gawang dan tak cukup efektif dalam bertahan,” ujar Lacazette.

“Ini pasti akan berbeda jika saya fit untuk bermain sebagai starter di pertandingan pertama. Bisa lebih baik atau bisa lebih buruk,” kata striker berusia 25 tahun itu.

“Namun yang jelas kami kecewa atas hasil di pertemuan pertama namun kami sudah mengerahkan segalanya untuk pendukung kami,” papar Lacazette.

Susunan Pemain:

Lyon (4-2-3-1): 1 Anthony Lopes; 20 Rafael da Silva, 3 Nicolas N’Koulou, 5 Mouctar Diakhaby, 15 Jérémy Morel (31Maciej Rybus 74); 8 Corentin Tolisso, 21 Maxime Gonalons; 27 Maxwel Cornet, 18 Nabil Fekir, 28 Mathieu Valbuena (11 Rachid Ghezzal 77); 10 Alexandre Lacazette.

Ajax (4-3-3): 24 Andre Onana; 3 Joel Veltman (2 Kenny Tete 65), 5 Davinson Sanchez, 36 Matthijs de Ligt, 26 Nick Viergever; 10 Davy Klaassen, 20 Lasse Schone (30 Donny van de Beek 59), 22 Hakim Ziyech; 9 Bertrand Traore, 25 Kasper Dolberg, 11 Amin Younes (45 Justin Kluivert 82).

 

sumkber beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.