P E S A W A R A N – (PeNa), Belum jelasnya status guru yang telah lolos passing grade, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran telah berkoordinasi dengan Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Demikian dikemukakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pesawaran Sunyoto ditengah puluhan guru yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pesawaran,Selasa (20/06/2023).
“Pada tanggal 11 Juni 2023 lalu, saya bersama dengan BPKAD dan BKPSDM telah melakukan audiensi dengan kementerian keuangan dan Kemenpan RB, meminta agar proses sisa passing grade ini dapat diangkat semua sesuai dengan harapan bapak ibu pada hari ini,” kata dia.
Menurutnya, sebelum persoalan tersebut diselesaikan oleh pemerintah pusat maka pihak Pemerintah Kabupaten Pesawaran pada tahun 2023 ini tidak akan mengusulkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Kita ingin fokus agar permasalahan ini segera selesai, makanya kemarin kita hadir ke pemerintah pusat guna memastikan bapak ibu yang hadir pada hari ini dapat terangkat semua dan tersedianya di tahun 2024,” ujar dia.
Untuk diketahui, puluhan tenaga pendidik yang tergabung dalam persatuan Guru Lulus Passing Grade (GLPG) Kabupaten Pesawaran melakukan aksi damai di depan kantor Pemkab setempat.
Kordinator Lapangan (Korlap) pada aksi damai tersebut Pandji Dhermawan mengatakan, aksi ini dilakukan guna memastikan nasib para guru yang telah lulus passing grade Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) tahun 2021 lalu, namun sampai saat ini tidak ada kepastian.
“Kami meminta dengan pemerintah Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2023 ini untuk menuntaskan kami para guru, yang telah lulus passing grade diangkat menjadi ASN PPPK, hanya itu keinginan kami,” kata dia.
Ditegaskan, sampai saat ini masih tersisa sebanyak 244 orang guru yang belum menerima SK pengangkatan meski telah dinyatakan lolos passing grade.
“Pengangkatan pertama baru dilakukan kepada kurang lebih 90 orangan, dan pada hari ini yang melakukan aksi ini sisaan yang belum mendapat kepastian sampai hari ini,” tegas dia.
Oleh: Sapto firmansis






