Pemda Pesawaran Siapkan Gedung Untuk Pusatkan Isolasi Pasien Covid-19

 

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran menyiapkan gedung khusus yang dipusatkan sebagai ruang isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 ketika ada lonjakan. 

Demikian diungkapkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan Maisyuri menanggapi terkait instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa daerah harus memiliki pusat isolasi bagi pasien yang terpapar virus covid-19.

“Kita mengantisipasi hal-hal terburuk, salah satunya kepenuhan ruang isolasi untuk masyarakat yang terkonfirmasi seperti beberapa waktu lalu, maka dari itu kita sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak, dan sudah disepakati gedung KONI dapat digunakan apabila terjadinya lonjakan kasus, namun Alkhamdulillah untuk saat ini kasus terkonfirmasi sudah melandai turun,” kata dia, Senin (09/08/2021).

Upaya tersebut guna menanggulangi lonjakan pasien covid-19 yang dapat sewaktu-waktu mengalami kenaikan akibat zona merah disejumlah kecamatan yang masih belum surut.

“Selain itu, kita juga sudah ada beberapa Puskesmas rawat inap yang telah memiliki ruang isolasi, maka dari itu kita sudah siap dengan segala situasi, namun kita berharap agar tidak terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi,” ujar dia.

Kemudian, sarana lain yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah diantaranya adalah obat-obatan yang terkait dan kebutuhan oksigen yang ditempatkan di ruang isolasi. Lalu, bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri juga telah mendapatkan insentif sebesar Rp500ribu dan perawatan dirumah sakit secara gratis serta santunan Rp2,5 juta bagi yang meninggal dunia akibat covid-19.

“Kemarin kita juga telah mendapatkan bantuan tiga tabung oksigen dari Provinsi Lampung, kemudian kita juga memiliki 70 tabung oksigen, sehingga kebutuhan oksigen untuk pasien di RSUD dan Puskesmas yang menyiapkan ruang isolasi dapat terpenuhi semua,” tutur dia.

Menurutnya, dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Pesawaran, selain penerapan prokes, kemudian vaksin, perlu adanya kesadaran dari masing-masing individu tentang bahayanya virus corona ini.

“Kita selalu melakukan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya virus corona ini, sehingga masyarakat dapat memprotect diri mereka, dan kalau kesadaran itu sudah muncul secara otomatis mereka akan menerapkan protokol kesehatan,” tegas dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *