Pengunaan SIBELA, 47 OPD Harus Contoh Sekertariat DPRD

BANDARLAMPUNG – Tingkat kepatuhan sekertariat DPRD Provinsi Lampung terhadap program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nampaknya perlu di contoh oleh 47 OPD di provinsi Lampung, dalam hal belanja  mengunakan Aplikasi Sistem Belanja Langsung (SIBELA).

Pasalnya, dari total belanja pemprov Lampung mengunakan SIBELA sebesar Rp.526 juta. Sekertariat Dewan menyumbang hampir 80% atau sebesar Rp435 juta, dari total belanja Pemprov Lampung di Aplikasi SIBELA.

Bahkan, lantaran besarnya jumlah belanja Sekertariat DPRD Provinsi Lampung di Aplikasi SIBELA ini, mampu menempatkan posisi Lampung diurutan 10 besar pengunaan Aplikasi SIBELA secara nasional.

Ketika dikonfirmasi, sekertaris Dewan Tina Marlinda, melalui Kabag umum Setwan DPRD Provinsi Lampung, Ainil Fikri menyebutkan Sampai Oktober 2021, Sekretariat Dewan (Setwan) membukukan pembelanjaan mencapai Rp425 juta.

“Sesaui arahan dari KPK, Sibela baik untuk transparansi penggunaan anggaran. dan alhamdulillah bu sekwan menyambut program yang digulirkan oleh KPK ini,” ujar Ainil, Rabu (29/12).

Bahkan, lantaran jumlah belanja di SIBELA yang cukup besar. Gubernur Lampung, Arinal memberikan penghargaan terhadap sekertariat dewan.

“Beliau (Tina Malinda) juga sangat berpengalaman bagian keuangan dan bendahara. Bahkan sampai dapat penghargaan dari gubernur Lampung,” kata dia,

Ia mengatakan, Setwan menggunakan Sibela baru sebatas pengadaan makan, minum, dan alat tulis kantor (ATK).

“Istilahnya baru ujicoba karena awal- awal masih terbatas jenis dan jumlahnya,” kata Ainil,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.