P E S A W A R A N-(PeNa), Sejumlah anggota Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Polda Lampung masuk sekolah guna melakukan berbagai himbauan dan pengarahan serta mengedukasi siswa dan siswi di SMPN 19 Pesawaran di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan, Senin (09/10/2023).
Kapolsek Gedong Tataan melalui Kasie Humas Aiptu Turono mengatakan bahwa kegiatan tersebut dikemas dengan Police Goes to school guna memberikan himbauan dan edukasi tentang bahaya bullying, narkoba dan tawuran.
“Selain itu juga, kita menitip pesan soal keamanan keselamatan ketertiban kelancaran atau Kamseltibcar lantas dengan memberikan tata cara penggunaan helm yang baik dan cegah kenakalan remaja. Lalu, himbauan Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan Jadikan Keselamatan Sebagai Kebutuhan jati diri masing-masing,” kata dia.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan Aiptu Oki Prihantono selaku Panit II unit Binmas dan Aipda Wando Jonidar selaku Panit II unit Samapta Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Polda Lampung.
“Police Go To School menjadi salah satu cara penyampaian himbauan dan edukasi kepada Para Pelajar guna menyampaikan pesan Kamseltibcar Lantas maupun himbauan Kamtibmas lainya meliputi Bullying, Narkoba, Tawuran” tutur Turono.
Dihadapan para pelajar dan dewan guru, Kasie Humas Polsek Gedong Tataan saat menjadi pembina upacara juga menitipkan pesan-pesan kamtibmas, Himbauan serta penyuluhan tentang cegah kenakalan pelajar seperti jangan membolos, tidak pakai narkoba, dan tidak melakukan Bullying sesama rekan maupun adek kelas serta kepada orang lain.
“Untuk para pelajar kalau belum punya SIM, jangan dulu bawa motor. Kadang ada pelajar SMP yang membawa (motor) lalu dititipkan ke tetangga sekolah atau parkir umum, itu tidak boleh. Sebaiknya menggunakan transportasi umum, supaya terhindar dari laka lantas dan kena sanksi penilangan dari Satuan lalu lintas,” ujar dia.
“Selain itu, kita juga sampaikan ke pelajar kalau diantar atau dijemput oleh orang tuanya menggunakan sepeda motor agar memakai helm SNI untuk melindungi dari benturan apabila terjadi insiden dijalanan. Kalau sudah cukup umur, berkendara harus punya SIM, pakai helm dan tidak boleh kebut-kebutan,” tegas dia.
Kemudian, Kepala Sekolah SMPN 19 Pesawaran Sri Astuti mengaku sangat berterima kasih juga mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih pak atas himbauan dan arahannya, alhamdulillah kami berkomitmen dan telah menerapkan bahwa para pelajar belum diperbolehkan membawa kendaraan karena belum cukup umur. Apabila masih ada yang melanggar ,resiko ditanggung oleh para pelajar itu sendiri,” kata dia.
Menanggapinya, Toufik salah satu pelajar disekolah tersebut juga merasa teredukasi terkait berbagai hal yang kerap terjadi belakangan ini.
“Kami jadi paham, ternyata banyak hal yang sepele namun dapat berdampak terhadap orang lain. Sebagai pelajar, kami juga merasa lebih dekat dengan Pak Polisi sehingga ketika dijalan raya selalu ingat pesan pesannya,” kata dia.
Oleh: Sapto firmansis






