P E S A W A R A N – (PeNa), Menyiasati kerapnya melonjak harga pangan pada hari besar, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran telah melakukan berbagai upaya.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Awaludin mengatakan bahwa kenaikan harga bahan pangan selalu merangkak naik pada setiap perayaan hari besar.
“Kanaikan harga pangan dan sembako memang cenderung meningkat dan ini hampir seluruh daerah ketika menjelang perayaan hari besar, ” kata dia, Senin (27/06/2022).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran selalu mengambil langkah atau upaya guna menekan harga dan menjaga stabilitas stok barang bahan pangan di Bumi Andan Jejama.
“Awal tahun 2022, Pemkab Pesawaran telah melakukan Memory of Understanding dengan Bulog Pringsewu agar hasil pertanian terutama padi dapat diakomodir sehingga harganya tetap stabil, ” ujar dia.
Setelah kerjasama dengan Bulog Pringsewu, ketersediaan beras tetap terkontrol dan dipastikan cukup guna memenuhi kebutuhan masyarakat Bumi Andan Jejama sehingga harga belinya tetap terkendali.
“Untuk kelompok tani (poktan) yang bekerjasama dengan Bulog adalah poktan dari Kecamatan Way Khilau, Way Lima, Kedondong dan Gedong Tataan. Nantinya segera menyusul juga poktan dari Padang Cermin, Way Ratai, Teluk Pandan, Negeri Katon dan Kecamatan Tegineneng, ” tutur dia.
Kemudian, pada bahan pangan berupa cabe dan bawang merah juga telah dilakukan upaya sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat Bumi Andan jejama dapat menanamnya sehingga membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
“Kita sudah menghimbau kepada kelompok wanita tani (kwt) disetiap desa untuk menanam cabe dilingkungan rumah atau bisa menggunakan media pot serta beberapa kelompok juga sudah kita arahkan menanam bawang merah yang bibitnya nanti dibantu, ” tutur dia.
Untuk diketahui, menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN), atau perayaan Idul Adha Tahun 2022, sejumlah harga bahan pangan pokok melonjak naik.
“Kegiatan sidak pasar yang kita lakukak pada hari ini, untuk memantau harga kemudian ketersediaan bahan pangan pokok yang ada di pasar tradisional, rencananya kegiatan ini akan kita lakukan ke pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Pesawaran,” ujar dia.
Ia juga menerangkan, bahwa bahan pangan pokok yang mencakup 12 pangan pokok tersedia dan cukup, namun untuk ketersediaan minyak goreng curah di pasar tradisional masih kosong.
“Kalau menurut keterangan para pedagang, dikarenakan harga minyak curah yang di tetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga para pedagang enggan untuk menjual minyak curah karena keuntungan yang diperoleh sangat sedikit,” terang dia.
“Sedangkan untuk ketersediaan minyak goreng kemasan, dapat dikatakan tersedia di pasaran dengan harga Rp25 ribu/liter dan Rp22 ribu untuk kemasan di bawah satu liter,” imbuhnya.
Dari hasil sidak yang dilakukan pada hari ini ditemukan ada bahan pangan pokok yang mengalami kenaikan harga yang signifikan, salah satunya cabai merah yang mana harga normal biasanya hanya Rp35 ribu, tetapi dalam kurun waktu dua bulan ini dan juga menjelang HBKN naik menjadi Rp90 ribu.
“Kalau untuk cabai, memang ada beberapa faktor yang mengakibatkan harganya menjadi melambung tinggi, salah satunya faktor cuaca dan penyakit tanaman. Sedangkan untuk beberapa barang pangan pokok yang lainnya mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan hanya naik berkisar antara Rp2 ribu sampai dengan Rp3 ribu, seperti bawang, telur dan ayam,” urainya.
“Selain untuk memantau harga, kita juga melakukan pemeriksaan tanggal kadaluarsanya, dan hasilnya tidak ditemukan adanya produk pangan yang telah melewati masa kadaluarsa maupun penimbunan bahan pangan pokok yang dilakukan oleh pedagang,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






