P E S A W A R A N – (PeNa), Sejumlah wisatawan masih ditemukan tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan pelaku wisata pun tidak menyiapkan petugas satgas covid-19 serta kelengkapan lain yang seharusnya disiapkan.
Hal tersebut diketahui langsung oleh Ketua Sagtas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran di lokasi wisata Mutun, Ahad (10/10/2011
“Kenapa tidak ada satgas covid disini, petugas harusnya memakai seragam jadi terlihat oleh pengunjung. Mereka juga bisa membedakan, harus distop ketika sudah banyak wisatawannya, sehingga tidak seperti ini (ramai pengunjung), banyak yang berkerumun dan tidak mengenakan masker, ” kata Dendi di Wisata Pantai Mutun.
Ia berkeliling dilokasi wisata tersebut bersama Kepala Dinas Pariwisata Ketut Partayasa, Camat Teluk Pandan Zulkarnaen dan sejumlah jajaran lain serta anggota TNI serta Polri setempat. Sesekali Dendi menyapa pengunjung sambil menanyakan apakah sudah divaksin atau belum. Selain berinteraksi dengan pengunjung, Dendi juga menyempatkan membeli Petai yang dijajakan pedagang.

“Alkhamdulillah mereka sudah banyak yang divaksin, namun banyak juga yang kita temukan tidak mengenakan masker dan berkerumun. Mestinya, kalau ada satgas covid dari pelaku wisata sendiri dapat mengingatkan, jadi jangan ngandelin dari pemda, ” ujar dia.
Untuk diketahui, tempat wisata telah diperbolehkan beroperasi dengan syarat harus menerapkan prokes covid-19 dan menyiapkan satgas covid-19 guna melakukan pemeriksaan dan pemantauan para pengunjung.
“Kata pengunjung tadi tidak ditanyakan sudah vaksin atau belum oleh petugas dipintu masuk, meskipun mereka setelah kita cek telah mengikuti vaksin. Besok tidak boleh seperti ini lagi agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran virus covid-19 dilokasi wisata, ” ucap dia.
Baik di Wisata Pantai Mutun maupun Putra Mutun, nampak dipenuhi pengunjung hingga melebihi batas yang ditentukan oleh pemerintah yakni hanya 50 persen. Pemeriksaan suhu dan vaksin juga tidak dilakukan pada pengunjung.
“Ini sudah melebihi batas, mestinya kalau sudah cukup ya ditutup pintunya, jangan asal habis tiket masuknya tanpa memperhatikan aturan yang ada. Nantinya kalau masih ditemukan seperti ini, maka pemda akan melakukan tindakan tegas penutupan hingga batas waktu tertentu, ” tutur dia.
Apa yang dikemukakan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga sebagai Bupati Pesawaran tersebut semestinya tidak akan terjadi manakala aparatur kecamatan dan desa dapat menjalankan tugas sebagaimana kewajibannya. Padahal, disejumlah desa lain nampak satgas covid-19 menjalankan tugasnya ketika ada kegiatan yang mengundang massa, diantaranya di tempat warga yang melakukan resepsi atau hajatan.
Pantauan pelitanusantara.co.id di Wisata Pantai Mutun, tempat cuci tangan dan sabun juga tidak tersedia. Kalaupun ada juga tidak ada airnya, kemudian di tempat ibadah (mushola) juga tidak disediakan air untuk para pengunjung berwudlu ketika akan melaksanakan ibadah sholat.
Kemudian, dilokasi wisata Pantai Putra Mutun juga tidak ditemukan kelengkapan prokes dan jumlah pengunjung pun nampak melebihi batas dan banyak yang tidak menerapkan prokes. Terlihat semrawut, dipantai tersebut dengan beberapa kapal penyeberangan terparkir asal-asalan sehingga mengganggu pengunjung.
‘Besok kapal-kapal ini harus ditertibkan, diparkir ditempatnya sehingga tidak mengganggu pengunjung. Mereka sudah bayar namun tidak mendapatkan fasilitas sebagaimana mestinya, ” tutur dia.
Sidak yang dilakukan Bupati Pesawaran tersebut telah dilakukan yang kesekian kalinya, namun soal penataan parkir kapal dan kendaraan tidak dilakukan pembenahan oleh Dinas Perhubungan setempat selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menanganinya.
“Iya pak iya pak, siap pak, ” jawab Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafe’i ketika diperintahkan bupati untuk segera menata parkir yang dimaksud.
Untuk diketahui, beberapa pengunjung dari luar daerah diantaranya dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Selatan dan Jambi pun ikut memenuhi lokasi wisata tersebut setelah sebelumnya ditutup karena pandemi corona.

“Saya Faruk dari Jambi, sudah dua hari ini di Lampung untuk liburan. Kesan untuk wisata Pesawaran terutama pantainya ya, sangat indah alamnya meskipun kayaknya perlu pembenahan baik SDM petugas maupun fasilitas. Dan, di sini (Pesawaran) susah mencari penginapan, kami menginap di Kota Bandarlampung, nah ini jauh kalau mau ke pantai yang ada di Kabupaten Pesawaran,” kata Faruk yang mengaku telah mengikuti vaksin di Jambi.
Ia bersama keluarga dan handai taulan lainnya kerap berlibur di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran, hampir semua lokasi wisata pantai yang ada di Bumi Andan Jejama telah dijelajahinya.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika nyelam di deket Pulau Legundi, spotnya sangat bagus dan indah pemandangan terumbu karangnya. Pas sorenya, kami menyaksikan puluhan Lumba-lumba loncat saling kejar-kejaran disekitar kami yang sedang menyelam, luar biasa, ” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






