SMSI Awali HPN 2026 di Banten

SERANG – (PeNa), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) membuka rangkaian Hari Pers Nasional 2026 di Banten melalui ekspedisi sejarah ke kawasan Banten Lama, diikuti ratusan pemilik media siber dan pengurus dari berbagai daerah.

Agenda pembuka tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian HPN 2026 yang dipusatkan di Banten, sekaligus menjadi ruang temu insan pers untuk menegaskan komitmen profesionalisme dan penguatan peran media siber.

Bacaan Lainnya

Rombongan pengurus pusat serta perwakilan provinsi dipimpin Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar SH disambut Sultan Banten ke-18 di kawasan Kesultanan Banten, dalam suasana hangat bernuansa sejarah dan kebudayaan lokal.

Makali Kumar menyampaikan apresiasi atas sambutan Kesultanan Banten, sekaligus menegaskan arti strategis Banten bagi perjalanan pers nasional dan kelahiran SMSI sebagai organisasi media siber pertama.

“SMSI lahir dari Banten, dari Cilegon. Dari sinilah semangat pers yang independen dan bertanggung jawab dibangun. Di tengah maraknya hoaks dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, SMSI dan insan pers lainnya harus tetap menjadi garda terdepan menjaga kualitas informasi publik,” ujarnya.

Makali menambahkan SMSI lahir di Cilegon pada 7 Maret 2017 dan kini menjadi konstituen Dewan Pers, dengan 3.181 perusahaan media siber berjejaring dari Sabang hingga Merauke di seluruh Indonesia.

Sultan Banten ke-18 Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Suryaatmadja menilai pembukaan HPN 2026 melalui ekspedisi budaya mengingatkan tanggung jawab moral pers menghadapi derasnya arus informasi digital saat ini.

“SMSI dimulai dari Banten. Maka harus terus bersinergi dan menciptakan pers yang baik untuk Indonesia. Tantangan bangsa tidak ringan, mulai dari hoaks hingga manipulasi informasi. Pers yang bertanggung jawab menjadi kunci,” tegasnya.

Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun menilai pemilihan Banten sebagai lokasi pembuka HPN 2026 sarat makna filosofis, sejalan dengan peran pers sebagai penjaga kebenaran dan kontrol sosial.

“Kami ingin peserta merasakan langsung ruh perjuangan dan peradaban Banten. Dari sini, pers nasional diharapkan membawa narasi positif, edukatif, dan mencerahkan ke ruang publik,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, perwakilan Kesultanan memaparkan sejarah panjang perlawanan Banten terhadap penjajahan, yang diharapkan menginspirasi insan pers menjaga marwah profesi serta etika jurnalistik.

Rangkaian HPN 2026 berlanjut dengan agenda edukatif dan kebudayaan di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke Museum Multatuli, sebagai upaya memperkuat literasi sejarah dan pers nasional.

Melalui pembukaan bernuansa historis, SMSI berharap HPN 2026 tak berhenti sebagai seremoni, melainkan momentum memperkuat profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab pers siber bagi demokrasi Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *