Wakapolres Nilai Pesawaran Termasuk “Dapil Neraka” Pada Pemilu 2024

P E S A W A R A N – (PeNa), Tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2024 terus berlangsung, atmosfir dan suhu politik di Bumi Andan Jejama pun bergerak tidak beraturan sehingga dapat memicu potensi berbagai gejolak ditengah masyarakat yang selama ini damai dan tentram.

 

Menghadapi hal tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Pesawaran menggelar Coffee Morning sekaligus membahas kesiapan dalam menghadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Aula Pemkab Pesawaran, Jum’at (15/12/2023).

 

Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Sekretaris Daerah dan Jajaran Kepala OPD di Lingkup Pemkab Pesawaran, Kepala BPN Kabupaten Pesawaran, Kepala Pengadilan Negeri Pesawaran, Kepala BPS Kabupaten Pesawaran, Kejari Pesawaran di wakili Kasubagbin, Dandim 0421 Lamsel diwakili Pabung, Danyon 9 Brigif 4 diwakili Danki Harimau dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran diwakili Kasubag TU.

 

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy diwakili Wakapolres Pesawaran Kompol Muhammad Riza mengatakan dalam menghadapi persiapan Nataru dan cuaca ekstrem pihaknya akan menyiapkan personil yang on call, siap sedia dalam segala situasi.

 

Dalam Pemilu, Wakapolres menilai secara umum Pemilu di Kabupaten Pesawaran tergolong “agak keras” dan termasuk dalam “dapil neraka”.  Dirinya mengajak seluruh pihak bersama jajaran TNI agar dikalkulasi potensi gesekan antar pendukung serta menerapkan cooling sistem untuk meredam gejolak.

 

Kemudian, terkait Nataru 2024 Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga menekankan antisipasi puncak kepadatan kendaraan pada libur tahun baru khususnya tanggal 31 desember 2023 dan 1 januari 2024 di daerah wisata.

 

“Bertepatan dengan libur panjang anak sekolah dan cuti nasional, kami minta seluruh jajaran untuk siap siaga menghadapi lonjakan kendaraan terutama di kawasan wisata pesisir Kecamatan Teluk Pandan terlebih di Pantai Mutun dan Dermaga Ketapang,” kata Dendi.

 

Ia juga mengantisipasi di daerah rawan kecelakaan dan rawan kemacetan terutama pada daerah perbaikan jalan. Karenanya, ia meminta BPBD Kabupaten Pesawaran membuat sebuah forum bersama Forkompimda berkolaborasi dengan BMKG & BPBD Provinsi Lampung serta Basarnas untuk memantau kondisi cuaca khusus Nataru.

 

Lalu, Dendi juga menyoroti pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 dan meminta jajaran Pemkab dan panitia pengawas pemilu untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang ditempatkan tidak sesuai ketentuan.

 

Terkait perundungan, Bupati Dendi yang juga Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kesbangpol dan P3AP3KP Kabupaten Pesawaran melaksanakan program khusus anti perundungan.

 

“Laksanakan pembinaan kepada sekolah – sekolah. Berikan penyuluhan pendidikan tentang budi pekerti termasuk juga pada tenaga pendidik agar tidak ada waktu kosong,” tegasnya.

 

Pantauan pelitanusantara.co.id, kondisi politik secara keseluruhan memang cenderung naik eskalasinya namun masih terlihat terkendali. Bawaslu setempat juga masif melakukan pengawasan dilapangan, hanya saja memang meski ada penertiban banner bergambar calon kontestan pemilu 2024 yang banyak terpasang di pohon dan tempat yang dapat menggangu estetika lingkungan maupun jalan.

 

Oleh: Sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *