J A W A T E N G A H – (PeNa), Ribuan kendaraan terjebak macet hingga puluhan jam di Jalan Pantura Pati menuju Rembang tepatnya di Jalur Lingkar Selatan Kota Pati akibat adanya perbaikan jembatan di Juwana, Sabtu (04/03/2023).
Banyaknya sopir yang kelelahan setelah terjebak kemacetan diwilayah tersebut, Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Asfauri bersama Kapolsek Kota Iptu Heru Purnomo kemudian mengambil keputusan untuk bagaimana membantu meringankan beban para pengendara yang sedang menahan rasa haus dan lapar.
“Kami jajaran Polresta Pati, Satlantas Polresta Pati, bersama Polsek Pati Kota, saat ini melaksanakan kegiatan simpati kepada rekan-rekan kita, saudara kita, para sopir,” kata Kasat Lantas Polresta Pati Polda Jawa Tengah, Kompol Asfauri.
Menurutnya, kegiatan simpatik yang dimaksud diantaranya adalah dengan membagikan nasi bungkus dan minuman kopi hangat kepada sopir truk dan lainnya guna mengurangi beban kelelahannya.
Asfauri mengatakan banyak sopir yang kelelahan menunggu antrean di jalur Pantura Pati sejak kemarin. Polisi lalu membagikan 1.000 nasi bungkus dan kopi kepada para sopir truk itu.
“Kita berikan nasi bungkus dan kopi hangat kepada seribu sopir. Para sopir ini menunggu antrean karena di wilayah kami, di jalur Pantura Pati-Rembang, ada pekerjaan jalan di Batangan dan di Juwana, yaitu perbaikan jembatan,” ujar dia.
Pemberian 1000 nasi bungkus dan kopi hangat tetsebut dimaksudkan agar para sopir dapat kembali memulihkan tenaganya setelah berpuluh jam menunggu antrian berjalan pada kemaceran tersebut.
“Kami melaksanakan rasa kepedulian dengan membagikan nasi bungkus dan kopi. Ini terus akan kita lakukan pagi dan malam, total ada 1.000 bungkus semoga bermanfaat. Hal ini dimaksudkan agar para sopir tidak jenuh, pasalnya cukup lama menunggu giliran berjalan, ” tegas dia.
Menanggapinya, Iwan salah satu sopir truk yang sedang terjebak kemacetan yang dimaksud mengucapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang dilakukan kepolisian setempat.
“Sejak Kamis (2/3) sore baru sampai di lingkar Pati. Hari ini masih di Kota Pati, sudah sekitar 10 jam di sini. Alhamdulillah dapat nasi dari Pak Polisi, semoga Pak Polisi tetap sehat dan dimudahkan segala urusannya, ” kata dia.
Ungkapan yang sama juga dikemukakan Rasyid sopir truk yang melintas dengan muatan cukup berat. Menurutnya, apa yang dilakukan kepolisian setempat sangat menyentuh hati para pengendara yang sedang menahan lelahnya menunggu antrian.
“Kalau saja semua polisi bisa bersikap seperti ini, artinya mengerti kondisi para sopir yang lelah akibat macet maka komunikasi antara Polisi dengan masyarakat betul betul dirasa dari hati ke hati, ini jarang ditemukan Polisi memberi nasi dan kopi pada sopir, artinya Pak Polisi ternyata bisa mengerti kami sebagai sopir. Mudah-mudahan Pak Polisi yang memberi ini dimudahkan segala tugas dan cepat naik pangkatnya aamiin, ” ujarnya, terharu.
Untuk diketahui, pada kemacetan yang mengular hingga puluhan kilo meter tersebut hampir semua kendaraannya dimatikan mesin. Antrian yang cukup lama membuat pengendara memilih mematikan mesin kendaraan dan berisitrahat.
Oleh: sapto firmansis






