P E S A W A R A N -(PeNa), Masyarakat pengguna jalan raya diharapkan tertib berlalulintas dan melengkapi surat kendaraannya, rencananya minggu depan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pesawaran segera menggelar Operasi Patuh Krakatau 2026.
Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Pandhita melalui Kasatlantas AKP Suarjono Suryaningrat mengatakan bahwa kegiatan yang dimaksud rencananya akan dilangsungkan selama dua pekan yakni dari tanggal 08-22 Juni 2026 mendatang.
“Kami himbau kepada seluruh pengendara untuk melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, memakai sabuk pengaman untuk mobil, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara,” kata dia, Kamis (04/06/2026).
Lebih lanjut, AKP Suarjono Suryaningrat juga menghimbau kepada pengendara dijalan raya untuk tidak melawan arus dan ugal-ugalan serta tidak melebihi batas kecepatan atau tidak berkendara dalam pengaruh alkohol.
“Patuhi rambu lalu lintas dan marka jalan. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk pengguna jalan lain,” ujar dia.
“Operasi Patuh Krakatau digelar serentak untuk menekan angka fatalitas korban laka lantas dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara. Patuhi rambu lalu lintas dan marka jalan. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk pengguna jalan lain,” tutur dia.
Kegiatan Ops Patuh Krakatau 2026 nantinya diharapkan kesadaran hukum masyarakat Pesawaran lebih meningkat. Dan, targetnya adalah angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas bisa turun signifikan selama dan sesudah operasi.
“Kami ingin Pesawaran jadi contoh tertib berlalu lintas. Operasi ini bukan untuk menilang, tapi untuk menyelamatkan nyawa. Mari kita jadikan operasi ini momentum perubahan budaya tertib berlalu lintas,” pintanya.
Direncanakan, Operasi Patuh Krakatau akan digelar dengan metode stasioner dan hunting, serta edukasi langsung ke sekolah dan komunitas pengendara.
Menanggapinya, Erland Syofandi salah satu Tokoh Adat Lampung dengan Gelar Suttan Penatih mengatakan bahwa gelaran operasi yang dimaksud seyogyanya dapat dilaksanakan dengan lebih humanis namun tetap tegas.
“Sebagai masyarakat, tentu kami sangat mendukung kegiatan tersebut. Hanya saja, kami berharap agar pelaksanaannya bisa lebih humanis namun tetap tegas kepada pelaku kejahatan dijalan sehingga bisa mempersempit gerak pelaku kriminalitas,” kata dia.






