PESAWARAN-(PeNa), Intensitas hujan yang lebat meluluh lantakkan ribuan rumah dan menghanyutkan beberapa rumah, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut terjadi di empat kecamatan di Kabupaten Pesawaran pada Senin (30/03/2020) malam.
Salah satu warga Dusun Marga Dalom Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan yang mengaku bernama Maysaroh menuturkan, hujan lebat cukup lama kemudian air sungai Way Sabu yang berada tepat dibelakang rumahnya meluap hingga membawa material lumpur batu dan kayu serta sampah lain masuk dan menerjang rumah yang ditempatinya.
“Hujan dari siang, pas habis sholat maghrib air masuk dan merendam rumah. Air banjir itu bawa lumpur,batu,kayu dan sampah lainnya. Kami semua hanya bisa pasrah sambil berdoa dan sesekali melantunkan adzan, banyak ibu-ibu dan anak-anak pada teriak menangis,” kata dia, Selasa (31/03/2020).
Daerah yang parah terkena dampak banjir diantaranya adalah Dusun Marga Dalom Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan, Desa Padang Cermin Kecamatan Padang Cermin, Desa Bunut Kecamatan Way Ratai dan beberapa desa yang terendam banjir di Kecamatan Way Khilau.
Pantauan sementara pelitanusantara.co.id, sedikitnya 138 rumah rusak berat dan sedang serta dua rumah hanyut dibawa banjir di Dusun Marga Dalom Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona beserta jajaran langsung meninjau lokasi disertai bawaan bantuan diantaranya alat berat, sembako, makanan siap saji dan obat-obatan yang langsung didistribusikan kepada warga.
“Ya, banjir ini disebabkan oleh debit air yang cukup besar karena guyuran hujan yang terjadi dari sore hingga malam hari (Senin, 30/03), akibatnya ribuan rumah terendam banjir tapi airnya hanya lewat, dan ratusan rumah rusak, tapi untuk data belum akurat, karena sedang dilakukan pendataan,” kata dia.
Selain itu, kata dia, adanya penyumbatan aliran air sungai juga menjadi salah satu kendala. “Tadi kita lihat juga seperti yang terjadi di Desa Batu Menyan, karena ada sisa pembangunan jembatan dari APBN yang belum selesai dibereskan, justru menjadi sebab penyumbatan sehingga air naik kerumah warga,” ucap dia.
Menurutnya, rusaknya beberapa rumah warga juga diakibatkan karena adanya sedimen yang terbawa arus air. “Selain air, pasir dan batu juga terbawa arus air, sehingga menyebabkan rusaknya rumah warga, makanya kita tadi juga terjunkan beberapa alat berat untuk membuka akses jalan dan membersihkan rumah warga dari sisa pasir dan batu yang terbawa air,” tutur dia.
Ditegaskan, kedepan nantinya akan dilakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi agar banjir tidak terjadi kemabali.
“Yang pasti normalisasi, karena aliran sungai kita ini sudah banyak endapan sedimen sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai, jadi ketika hujan cukup lebat, air pasti naik,” tegas dia.

Saat meninjau lokasi bencana, Bupati Dendi Ramadhona sesekali berinteraksi dengan warga sambil terus mendengarkan curhatan dan memeluknya sambil memberikan semangat.
Dampak banjir dan tanah longsor juga sempat memutuskan lalulintas dibeberapa titik, diantaranya di Pematang Liang yaitu akses jalan raya yang melintas di wilayah Padang Cermin. Ada juga beberapa jembatan rusak dan badan jalan yang tergerus arus banjir. Kemudian, di beberapa desa di Kecamatan Way Khilau juga banjir merendam ratusan hektar sawah serta beberapa rumah.
Oleh: sapto firmansis






