60 Kepsek Plesiran Tanpa Izin Atasan?

Bandarlampung –keberangkatan 60 Kepala Sekolah (Kepsek) SMK se-Bandar Lampung diduga tanpa izin dari Gubernur Lampung. Meski Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) telah mengetahui kegiatan yang menggunakan dana pribadi tersebut akan tetapi hanya secara lisan dan dkuat dugaan Dinas Pendidikan (Disdik) tidak mengajukan izin tertulis.

“ Kalau kegiatan tersebut saya sudah tahu, karena memang pernah ada komunikasi terkait kegiatan edukasi itu,”jelas Hamartoni Ahadis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (30/1).

Disinggung izin tertulis dari Dinas Pendidikan (Disdik) Ia mengatakan akan melakukan crosscheck terlebih dahulu.

“Mungkin sudah tapi coba saya cek terlebih dahulu,”singkatnya.

Disdik Lampung diam-diam memberangkatkan 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bandar Lampung ke Singapura.

Pemberangkatan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 083 dengan tanggal penerbangan 25 Januari 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar menjelaskan, keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK se-Bandar Lampung itu dalam rangka penyesuaian kurikulum kejuruan dengan industri.

“Mereka berangkat dalam rangka Macthing Competency Development atau Penyelarasan dan Pengembangan Kejuruan di SMK dengan Industri,” kata Sulpakar kepada wartawan, Selasa (29/1).

Disinggung mengenai alokasi anggaran yang digunakan, Sulpakar menjelaskan jika kegiatan itu menggunakan dana pribadi Kepsek.

“Ada yang salah apa, kalau ada yang mau berusaha memajukan pendidikan ya kita dukung,”terangnya.

Sulpakar menambahkan, kepergian itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kepala sekolah SMK untuk menciptakan lulusan tingkat kejuruan yang mampu bersaing dalam pasar bebas Asean.

“Selain itu memberikan wawasan juga kepada kepala SMK untuk penyesuaian lulusan SMK untuk bisa bekerja di pasar bebas Asean,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *