Aksi Erotis Waria, Bentuk Simpati Horison Pada Kaum Sodom

Bandar Lampung (PeNa)- Pertujukkan yang tidak mendidik saat saat Media Gathering Aninversary ke-3 Horison Hotel Bandarlampung pada Selasa (20/03/2018) malam lalu dengan tari erotis tiga waria dinilai tidak mengedepkankan nilai-nilai moral, bahkan atraksi itu justru semakin menguatkan asumsi jika managemen hotel  secara tidak langsung bersimpati pada kaum Sodom.

Ketua Tanfiziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Mohammad Mukri menyesalkan sikap managemen Hotel yang menyajikan pertunjukkan kaum LGBT itu, adanya tarian tersebut menurutnya akan menimbulkan asumsi negatif di masyarakat.

“Hotel Horison ini besar tentu kewajibannya menjaga nilai-nilai moralitas untuk dijunjung moral masyarakat, itu keharusan jangan menimbulkan yang membuat kritikan masyarakat,” kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Rabu (21/03).

Dia berpendapat masalah LGBT tidak mendapat mendapat tempat dari aspek Agama, oleh sebab itu penyimpangan  pada orientasi seksual itu menjadi persoalan sensitif.

“(Hotel Horison) paling tidak, janganlah (membuat) hal-hal yang melanggar moral. Moral itu di atas hukum. (Waria) tidak layak dimunculkan oleh pengelola hotel,” ujarnya.

Managemen Horison sambung Mukri, hendaknya lebih berkonsentasi memberikan pelayanan publik yang tidak memicu pro kontra di publik, karena tidak semua tamu yang berkunjung bersedia melihat tontonan yang disuguhkan.

“Jangan disodorkan yang tidak normal jangan keluar dari hal normal. Moralitas di tengah masyarakat yang menjaga masyarakat juga, apa salahnya menegur (Hotel Horison) namun jangan anarkis.

Sementara GM Hotel Horison, Leo Ramadanus saat dikonfirmasi melalui pesan WhasApp tidak membalas.

Diberitakan sebelumnya ,Media Gathering Aniversary ke-3 Horison Hotel dengan gelaran aksi erotis tiga waria sontak menuai protes publik, tudingan jika managemen Hotel mendukung gerakan lesbian gay byseksual dan trans gender (LGBT) terus mengemuka bahkan sejumlah pihak meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung serta Persatuan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Lampung meninjau ulang perizinan Hotel yang sejak dibangun telah menuai sengkarut dengan pelangggaran Gerakan Sempadan Sungai (GSS) dengan menutup jalur alira sungai Way Awi.

Ketua Umum Berantas Narkoba dan Maksiat (BNM RI) Fauzi Malanda  kepada awak media menyesalkan aksi yang dikemas managemen hotel  pada Selasa (19/03) lalu dengan menampilkan tari erotis tiga orang waria

Ditegaskan Fauzi, adanya tontonan itu sebagai bukti jika managemen Horison mendukung gerakan kaum sodom.

“ Aksi itu sama saja dengan mendukung gerakan LGBT, hotel Horisnon hendaknya jangan lagi menggelar aksi serupa, kalau pun ada silahkan tapi jangan di Lampung,”tegasnya.

Meski masyarakat Lampung heterogen namun sambung Fauzi, norma dan adt ketimuran tetap dijunjung tinggi.

“Management Hotel Horison sama saja pelaku LGBT,” kata Fauzi.

Dikatakannya, Pemkot Bandar Lampung agar meninjau ulang izin Hotel jika aksi serupa terjadi kembali di Hotel Horison.

“Sejak awal pembangunan nya sudah bermasalah, nah ini tambah lagi dengan aksi LGBT, kami akan serius mensikapi masalah ini jika managemen hotel kembali menggelar aksi serupa,”ucapnya.

Fauzi berujar, waria adalah laki-laki normal, namun karena perilaku yang lemah gemulai bukan karena dibuat-buat, karena bawaan dari lahir (gen).

Untuk itu kata Fauzi, waria bukan untuk dipertontonkan namun harus disadarkan. “Kalo dipertontonkan, sama saja mendukung LGBT,” tandasnya.

Fauzi menghimbau, ada baiknya pihak Hotel Horison memberikan hiburan atau tontonan yang mendidik. “Kan banyak penyanyi atau penari yang baik. Enggak harus waria,” tandasnya.

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *