Arter Wataka Reg 19 Renggut Nyawa David Usai Lompat

PESAWARAN-(PeNa), Wisata alam Air Terjun (Arter) Wataka Hutan Kawasan Register 19 Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan menelan korban hingga ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 08.00WIB Selasa (10/12/2019).
Korban tersebut atas nama David Agustinus Saragih (25) warga Jalan Mayjen Sutiyoso Kelurahan Kota Baru Kecamatan Tanjung Karang Timur Bandarlampung. Ia diduga terseret arus setelah melompat pada lokasi air terjun sekitar pukul 16.00WIB Senin (09/12/2019) kemarin sore.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro melalui Kapolsek Padang Cermin IptuĀ  Syamsu Rizal membenarkan soal penemuan korban tersebut oleh anggotanya bersama warga sekitar tidak jauh dari Air Terjun Wataka Hutan Kawasan Register 19 Kecamatan Teluk Pandan.
“Iya memang benar ada kejadian tersebut, dan kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 09 Desember kemarin, pada pukul 16.00 WIB, dan menurut keterangan sementara memang korban dan rekannya ini sedang berlibur ke air terjun yang berada di hutan kawasan rigester 19 tepatnya Talang Sebaris sebelah Timur perbatasan dengan Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran,” kata dia.
Diungkapkan, bahwa korban meninggal dunia diduga setelah korban dengan rekan rekannya melompat dari atas batu yang ada di bagian tepi ke air yang kedalamannya kurang lebih sampai tiga meter.
“Setelah korban melompat, tidak lama kemudian rekan korban atas nama Erik melihat korban timbul tenggelam didalam air, seketika rekan korban memberikan bantuan dengan cara menarik tangan korban, namun korban terseret arus yang deras sehingga korban terlepas dan tenggelam,” tutur dia.
Pencarian korban dilakukan sampai malam hari lalu dihentikan dan diteruskan dipagi harinya. Polisi Bhabinkamtibmas setempat bersama masyarakat sekitar terus mencari dengan penyelaman hingga akhirnya ditemukan, namun kondisi korban sudah tidak lagi bernafas.
Ditambahkan oleh AKBP Popon Ardianto Sunggoro, kejadian tersebut akan dijadikan evaluasi kedepan untuk dibuatkan pendataan pengunjung di tempat-tempat wisata alam yang berpotensi kecelakaan.
“Kita menghimbau kepada seluruh pengunjung wisata alam,apakah itu di air terjun, pendakian gunung atau pun dilaut sekalipun untuk berhati-hati. Nah, kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi kedepan kita buatkan data bagi pengunjung. Mungkin, bisa melalui pos pintu masuk. Sehingga, dapat lebih cepat dilakukan pertolongan dan identifikasi manakala terjadi kecelakaan atau hal lain,” kata dia.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *