Bambang Suryadi Bantu Pecepatan Pembangunan ITERA

BANDARLAMPUNG (PeNa) – Merasa terpanggil dengan kondisi perguruan tinggi negeri yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah Lampung. Anggota komisi V DPRI Bambang Suryadi, mendorong percepatan pembangunan kebon raya di Institute Teknologi Sumatera (ITERA).

 

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, Itera merupakan sebuah aset masa depan yang dimiliki provinsi Lampung. Seharusnya kepala daerah baik gubernur dan bupati/walikota di Lampung bisa lebih peduli terhadap pembangunan Itera di Lampung.

“Seharusnya Lampung bangga memiliki Itera, sebab dalam sejarahnya untuk memperebutkan itu dulu, kita bersaing dengan provinsi lain yang ada di sumatera. Sayangnya Hal ini tidak dipahami oleh temen2 kepala daerah. Terutama respon gubernur Lampung terhadap pembangunan Itera sangat kurang,” kata pria Kelahiran Blitar, 52 tahum sialam ini, Rabu (20/5).

Sebagai wakil rakyat yang duduk di pusat, dirinya pun memberanikan diri dan di minta untuk menjadi Tim percepatan pembangunan ITERA. Dia memiliki rencana jangka panjang salah satunya, pembangunan kebun raya sekitar 260 hektar.

Kebon raya yang luasnya sekitar 260 hektar ini nantinya, ini bisa menjadi jantung provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Ini salah satu target saya untuk jangka panjang. Semoga bisa diresmikan pada 2022 mendatamg,”kata dia.

Rencananya, dalam peresmian nanti, Basur sapaan akrab Bambang Suryadi bakal Ketua asosiasi Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarno Putri.

“Insya Allah Pada peresmiannya nanti, saya akan mengundang Ibu Megawati untuk meresmikannya,” kata guru Kader DPP PDI Perjuangan.

Saat ini, kata dia, semua proses dan mekanisme telah berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, ketua persatuan dalang indonesia Lamteng, mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan Kanwil Kehutanan.

“Alhamdulillah, kata mereka tidak masalah untuk meminta bantuan berupa pohon. Karena ini bertujuan untuk pelestarian alam. Hanya biaya pemindahannya saja yang lumayan besar. Sebab, pohon yang bakal dipindah nanti minimal berdiameter 20 centimeter dengan tinggi sekitar 6 meter,”ucap dia.

Selain program percepatan Itera, saat ini Basur sapaan akrabnya. Sedang mengupayakan program kota tanpa kumuh (Kotaku) 5 kelurahan dengan nilai 1 miliar/kelurahan. Kemudian Program Bantuan Stimulan Prumahan Swadaya (BSPS) 1500 unit senilai Rp17,5 juta/unit, penyediaan Air Minum dan Sanutasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), 152 titik atau senilai Rp30 miliar, Pembangunan Baru Rumah Swadaya (PBRS) 150 unit, Rp 35 juta/unit, Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 20 desa di 10 kecamatan, senilai Rp 600 juta/ kecamatan dan Program Aspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *