Bapenda Pesawaran Sebut 30 Persen Perusahaan Belum Bayar Pajak

PESAWARAN-(PeNa), Sekitar 30 persen perusahaan di Kabupaten Pesawaran belum teridentifikasi dan membayar pajak. Demikian diungkapkan Sekretaris Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran Meryan diruang kerjanya, Senin (1/10).
Menurutnya, Bapenda belum memiliki data kongkrit keberadaan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pesawaran. “Ya kalau data seluruhnya belum kami ketahui, paling data perusahaan tambak yang saat itu sudah didata oleh tim terpadu, ” ujar dia.
Diterangkan, ada juga perusahaan yang pemungutan pajaknya dikelola oleh dinas lain seperti Diskominfo Pesawaran. “Kalau Bapenda itu sifatnya hanya menerima dari instansi lain, karena ada banyak pajak yang dipungut oleh dinas lain. Misalnya Diskominfo, pajak tower dikelola kemudian disetorkan ke Bapenda, ” terang dia.
Ditegaskan, pajak yang dipungut dari perusahaan juga belum maksimal. Banyak perusahaan yang illegal karena belum teridentifikasi untuk wajib pajak. “Kami masih akan koordinasi untuk buat tim terpadu, nantinya akan akan mendata perusahaan yang belum menjadi wajib pajak. Kalau himbauan dari KPK semua PAD harus masuk ke Bapenda, ” tegas dia.
Untuk diketahui, Sekretaris Bapenda Meryan tidak dapat  menyebutkan nominatif dari pajak perusahaan yang seharusnya sudah menjadi wajib pajak dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Bumi Andan Jejama. Terkait data perusahaan yang teridentifikasi beroperasi di wilayah Kabupaten Pesawaran, Meryan hanya mampu melempar kepada kepala bidang yang dimaksudkan.  PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *