Bendungan Way Sekampung Destinasi Wisata Pringsewu

PRINGSEWU-(PeNa),  Bendungan Way Sekampung Pringsewu kedepan akan menjadi destinasi wisata unggulan. Selain akan dimanfaatkan sebagai cadangan air yang bisa dimanfaatkan beberapa daerah pertanian.

Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab)  Pringsewu, A Budiman diruang kerjanya, Rabu (14/2).”Ya rencananya selain dimanfaatkan sebagai cadangan air guna mengaliri lahan pertanian dibeberapa wilayah, juga sebagai destinasi wisata. Banyak potensi yang dapat dikembangkan guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Pringsewu, ” kata dia.

Diterangkan, bendungan tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan biaya Rp 1,7 triliun dan memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan memberikan pasokan air irigasi seluas 72.707 hektar, potensi listrik 5,4 MW, dan mereduksi banjir 185 m3/detik.”Rencananya, air bendungan Way Sekampung juga akan menyediakan air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2,48 m3/detik dan menjadi objek wisata di Kabupaten Pringsewewu,” terang dia.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan selesainya bendungan ini nantinya akan diikuti pembangunan jaringan irigasi premium, yakni irigasi yang mendapat suplai air dari bendungan.”Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya mahal bisa dipastikan bisa mengalirkan air hingga ke sawah-sawah petani,” kata dia.

Adapun Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih menjelaskan, pengerjaan bendungan yang telah dimulai sejak 2016 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. Namun, dengan penambahan shift menjadi 2-3 shift kerja dan penambahan alat, diupayakan selesai lebih cepat.

Secara data terakhir, progres pembangunan sudah 14,5 persen, deviasi 0,96 persen. “Atau lebih cepat hampir 1 persen dibanding rencana awal yang sekitar 13,53 persen,” ucap Ni Made Sumiarsih, yang dirilis pada Jumat (26/1/2018) oleh Liputan6.com.

Pengerjaan dilakukan oleh dua kontraktor, yakni PT PP (Persero) dengan nilai kontrak Rp 873 miliar, dan PT Waskita (Persero) dengan nilai kontrak Rp 829 miliar.

Pada tahun 2018, juga akan dibangun bendungan lainnya, yakni Bendungan Marga III di Lampung Timur. Bendungan yang akan memiliki kapasitas 60 juta m3 itu dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 813 miliar. PeNa-spt.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *