Berawal Banjir Dan Tanah Longsor, Sejumlah Aktifitas Tambang Diburu

P E S A W A R A N – (PeNa), Setelah terjadi banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesawaran memburu aktifitas tambang dan melakukan penyegelan disejumlah lokasi.

Sebelumnya penyegelan pada aktifitas tambang mineral bukan logam dilakukan dilokasi Pesisir, kini merambah di Jalan Raden Gunawan Dusun Kejadian Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan milik M. Toha.

“Tahun 2021 kita juga sudah menghentikan kegiatan aktifitas usaha itu, bahkan kita sudah layangkan surat penghentiannya. Dan ternyata dari hasil monitoring, mereka melakukan aktifitas penambangan itu lagi,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Pesawaran Singgih Febriantoro, dilokasi tambang milik M.Toha, Rabu (30/03/2022).

Menurutnya, pemerintah daerah hanya dapat melakukan penyegelan dan memberhentikan aktifitas penambangan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kalau untuk sanksi tegas dari pemerintah ya kita segel, untuk sanksi pelanggaran hukumnya kami akan serahkan kepihak terkait aparat penegak hukum,” ujar dia.

Pantauan dilapangan, dilokasi yang dimaksud terlihat aktifitas penambangan mineral bukan logam telah berlangsung lama. Namun, baru sekarang dinas terkait baru melakukan tugasnya sebagai pelaksana regulasi setelah sebelumnya Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta seluruh aktifitas tambang diwilayahnya segera dievaluasi.

“Sesuai dengan Perda kita no 6 tahun 2019 tentang tata ruang Kabupaten Pesawaran untuk di Kecamatan Gedong Tataan tidak diperbolehkan untuk tambang,makanya kita segel dan kita hentikan aktifitas tambangnya,” tegas dia.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran langsung memberikan warning kepada para pengusaha yang akan berinvestasi di Bumi Andan Jejama untuk mengurus segala administrasi perizinannya secara resmi.

Melengkapinya, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan jajaran guna melakukan investigasi dan pemetaan lokasi tambang yang diduga bermasalah.

“Kita telah menurunkan penyidik untuk menginvestigasi dan mapping sejumlah lokasi tambang mineral bukan besi yang terindikasi melanggar undang-undang. Nah, keterangan dan data masih kita himpun untuk kemudian dilakukan telaah hukumnya apakah ada pelanggaran atau tidak, ” kata dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.