BPBD Pesawaran Keluhkan Minimnya Peralatan Atasi Bencana

PESAWARAN-(PeNa), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran mengeluhkan minimnya peralatan dalam mengatasi evakuasi bencana banjir.
Untuk kebutuhan mitigasi dan evakuasi bencana, Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Mustari menyebut, pihaknya saat ini hanya dibekali empat armada taktis untuk rescue atau penyelamatan serta dua armada pemadam kebakaran.
“Sementara untuk operasi penyelamatan bencana banjir, kita cukup terkendala, sebab tiga perahu karet yang kita miliki sudah tidak layak pakai karena sudah lima tahun, idealnya unit perahu karet itu lima tahun sekali harus diganti,” kata dia, Rabu (06/01/2021).
Atas keterbatasan sumber daya tersebut, pihaknya menyiasati dengan memaksimalkan potensi sumber daya dari instansi lain dan kearifan lokal. Misalnya memanfaatkan armada truk Satpol PP maupun armada Dinsos.
“Kita juga maksimalkan dengan melibatkan relawan dari 144 desa yang ada di Pesawaran, dan untuk peringatan dini bencana kita memakai pengeras suara di tempat ibadah yang berdekatan dengan lokasi bencana,” tutur dia.
Sedangkan, untuk penanggulangan bencana kebakaran, dia mengatakan dua armada yang dimiliki belum mampu mengatasi kebakaran di kabupaten setempat manakala musibah tersebut terjadi.
“Kita sudah ajukan kepada BNPB tapi memang selama pandemi menjadi salah satu sebab belum terealisasi,” ucap dia.
Kemudian, kondisi cuaca ekstrim yang kerap terjadi disetiap akhir dan awal tahun, pihaknya mengaku telah menghimbau masyarakat wilayah setempat untuk terus waspada terhadap potensi bencana alam selama cuaca ekstrem terus terjadi.
Hal itu disampaikan menyusul adanya banjir di Desa Madajaya, Kecamatan Way Khilau pada Selasa (05/01/2021) malam. Serta getaran gempa yang dirasakan warga sekitar Kecamatan Teluk Pandan, Rabu (06/01/2021) siang.
“Gempa 3 skala richter yang dirasakan warga Telukpandan, titik gempanya dari laut berjarak sekitar 10 Kilometer dengan kedalaman tiga kilometer di bawah laut. Selama ini dua tempat yang kerap menjadi sumber gempa adalah lempeng anak Krakatau dan lempeng di provinsi Bengkulu,” ungkapnya.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *