Bupati Pesawaran Buka Pekon Janda Di Sungailangka

PESAWARAN-(PeNa), Setelah Desa Sungailangka diresmikan menjadi desa wisata oleh Gubernur Lampung, tempat wisata peninggalan kolonial jaman Belanda (pekon janda) di desa tersebut dinyatakan dibuka oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona,Rabu (24/07).
Peresmian salah satu destinasi wisata di Bumi Andan Jejama tersebut bertemakan ‘Pesona rahasia Lampung’ dengan beraneka ragam kegiatan visualnya ditempat yang sebelumnya merupakan pemandian yang dibangun oleh kolonial Belanda.
“Saya berharap event ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan destinasi Desa Sungailangka, sehinga dapat dikenal oleh masyarakat luas, hingga di tingkat nasional. Muaranya tidak hanya menarik kunjungan wisatawan nusantara melainkan wisatawan manca negara (Wisman). Dengan demikian, hal ini dapat membawa kesejahtraan bagi masyarakat Sungailangka khususnya dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Pesawaran pada umumnya, ” kata Dendi dalam sambutannya.
Melalui program One Village One Destination (Satu Desa Satu Destinasi), Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya mengembangkan desa-desa di Pesawaran untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Dari 148 desa di Pesawaran, sudah 45 desa yang telah mengembangkan destinasi wisata termasuk Desa Sungailangka dengan potensi agrowisata yang telah diresmikan Gubernur Lampung tahun 2018 yang lalu sebagai Desa Agrowisata.
“Desa Agrowisata Sungailangka memiliki hasil bumi yang berlimpah, terutama hasil perkebunannya yang terkenal sebagai salah satu penghasil buah durian, salak dan jeruk hingga coklat (Kakao). Tidak hanya itu, warga Sungailangka juga banyak yang membudidayakan ikan air tawar seperti lele, gurame, nila, dan patin disamping perternakan ayam dan kambing, ” urai dia.
Hal tersebut adalah modal utama dalam menggerakan roda perekenomian desa secara mandiri. Selanjutnya, untuk mewujudkan Desa Tangguh dan Mandiri, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah mencanangkan program GaDIS dengan melaksanakan Program Bantuan Keuangan GaDIS sebagai Kebijakan unggulan Kabupaten Pesawaran melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Program Bantuan Keuangan GaDIS hadir untuk mengakomodir dan menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis, dimana Desa telah menjelma menjadi lokus pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan sebagai pondasi kemajuan Bangsa.
Program Bantuan Keuangan GaDIS adalah inovasi Kabupaten Pesawaran yang merupakan penghargaan kepada Desa di Kabupaten Pesawaran yang memiliki komitmen mengembangkan potensi perekonomian lokal. Dengan demikian tidak sembarang Desa yang dapat menerima Bantuan Dana Program GaDIS.
Beragam kriteria harus dapat dipenuhi oleh Desa yang akan memperoleh GaDIS, seperti : Tertib Administrasi Desa, Lunas PBB, Siskamling, Inovasi PKK, dan terutama adalah Dokumen Perencanaan Usaha BUMdesa.
Sedangkan untuk kemajuan desa, saya berharap seluruh desa di wilayah Kecamatan Gedong Tataan punya produk lokal yang merupakan potensi yang dapat dikembangkan, namun tentunya harus diiringi dengan rasa kebersamaan, saling bahu membahu bersama seluruh warga demi kemajuan desanya.
“Begitu pula dengan desa-desa yang lain di Kabupaten Pesawaran, semua harus bergerak, semua harus membangun untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran yang maju, makmur dan sejahtera, ” tegas dia.
Dikegiatan tersebut, Tokoh Masyarakat Desa Sungailangka Erwan Sukijo juga banyak mengungkapkan penjelasan dan menerangkan asal usul serta sejarah Desa Sungailangka. Kedepan, pembangunan Desa Wisata Pekon Janda Sungailangka akan terus dilakukan peningkatan kreasi sehingga dapat menarik pengunjung.
“Ini baru tahap pertama,nantinya akan dilakukan tiga tahap pembangunan agar dapat lebih bagus. Fasilitas pengunjung akan dilengkapi dengan peta dan pendampingan dari kelompok sadar wisata masyarakat Desa Sungailangka, ” kata Erwan.
Oleh:sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *