Bupati Pesawaran Harapkan Musrenmbang Dapat Tentukan Prioritas Pembangunan

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Anggaran pemerintah sangat terbatas sehingga diharapkan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenmbang) dapat menentukan skala prioritas dalam pembangunan Bumi Andan Jejama.

Demikian dikemukakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pada Musrenmbang yang digelar di Balai Desa Pesawaran Indah Kecamatan Way Ratai dan di Aula Kecamatan Padang Cermin, Kamis (16/02/2023).

“Harus diketahui anggaran kita ini terbatas, jadi kita harus bisa bersama-sama memutuskan mana program yang menjadi prioritas dan harus dilakukan pembangunan segera,” kata dia.

Musrenmbang dengan tema Penguatan Infrastruktur Pelayanan Dasar Yang Menunjang Pertumbuhan Ekonomi Serta Mengoptimalkan Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Produktif dan Mandiri tersebut juga melibatkan seluruh pihak terkait guna membahasnya.

“Dalam setiap tahunnya, pemerintah selalu melakukan pembangunan baik dari segi infrastruktur maupun dalam bidang lainnya, namun tentunya kita tidak bisa mengerjakannya secara sekaligus,” ujar dia.

Dikesempatan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga meminta seluruh kepala desa yang ada di 11 kecamatan, untuk memberikan masukan dan usulan terkait dengan program prioritas pembangunan di desanya masing-masing.

Pada Musyawarah Rencana Pembangunan di setiap kecamatan, ia menginginkan masukan dan usulan dari tingkat bawah, sehingga pemerintah dapat menentukan mana-mana saja pekerjaan yang sangat darurat dan prioritas yang perlu dilakukan.

Dan, Musrenbang ini dilakukan karena banyaknya usulan yang diajukan setiap desanya, namun karena adanya keterbatasan anggaran yang mengharuskan seluruh pihak harus bermusyawarah memutusukan pembangunan yang menjadi prioritas.

Menurutnya, peran masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjaga kondisi infrastruktur di desanya masing-masing tetap baik, karena selain faktor alam yang merusak, mayoritas jalan-jalan rusak karena orang-orang yang tidak memahami batas tonase jalan.

“Kita inikan pandai membangun namun tidak pandai merawat, kalau jalan kita sudah bagus tiba-tiba banyak kendaraan dengan tonase melebihi batas melewati jalan desa tersebut, maka dari itu saya meminta masyarkat juga harus menjaga, kalau perlu stop kendaraan melebih tonase itu, jangan mau jalan kita dirusak oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki kendaraan berat yang mengangkut kayu atau apalah itu,” kata dia.

“Kita tidak melarang orang untuk berbisnis ataupun orang yang mengambil kekayaan daerah kita dengan sesuai aturan, namun yang saya minta kepala desa harus membuat perjanjian agar mereka mau bertanggung jawab ketika jalan yang kita bangun ini rusak,” imbuhnya.

Kemudian, menanggapi isu nasional soal stunting maka Dendi juga meminta para kepala desa harus bisa membantu Pemkab untuk mengentaskan angka stunting, karena penurunan angka stunting menjadi prioritas utama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten bahkan desa.

“Nantinya kita akan seragamkan antara program pemerintah daerah sampai ke desa, bantuan apa yang akan kita berikan kepada masyarakat kita yang menderita stunting,” ucap dia.

Diketahui pada kegiatan ini pemerintah memberikan bantuan berupa, bantuan perlengkapan siswa SD dan SMP, bantuan Bumil KEK, bantuan PMT balita gizi kurang, bantuan KUB kreatif mandiri jahit, bantuan premi asuransi nelayan, bantuan revitalisasi jaringan irigasi tersier, bantuan mesin dan peralatan IKM makanan ringan.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *