Bupati Pesawaran Sebut Ponpes Nyata Berandil Cerdaskan Bangsa

P E S A W A R A N – (PeNa), Pondok Pesantren  merupakan lembaga Pendidikan Islam tertua di Indonesia, yang telah secara nyata memberikan andil sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa. 

 

Demikian disampaikan disela silaturahmi pada Pengajian Akbar Haflah Akhirussanah dan Khotmil Quran Pondok Pesantren Al Hidayah Gerning di Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Gerning Kecamatan Tegineneng, Kamis (13/06/2024).

 

“Melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, Islam mendorong umatnya, bahkan seluruh manusia untuk menjadi cerdas dan berpengetahuan. Dan, dari pendidikan di Pesantren lahir tokoh-tokoh masyarakat, ulama, kaum intelektual, dan pemimpin-pemimpin bangsa,” kata dia.

 

Dendi yang matang menguasai ilmu pemerintahan tersebut juga berharap Pondok Pesantren Al Hidayah Gerning dapat mencetak generasi-generasi muda sebagai generasi yang dapat berguna bagi bangsa, negara dan terkhusus bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran.

 

Kemudian, ia juga menghimbau kepada anak-anak yang hari ini telah khatam Al-Quran, agar ilmu yang diperoleh dapat  diterapkan di lingkungan daerah dan keluarganya masing-masing.

 

“Hal itu merupakan hasil dari peran penting para pendidik yang telah membentuk karakter para santri dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren Alhidayah Gerning guna menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat kelak dikemudian hari,” tegas dia.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga mengajak masyarakat untuk mewujudkan kontestasi politik yang sehat dan beradab pada pemilukada serentak tahun 2024 mendatang.

 

Dikemukakan, bahwa di Provinsi Lampung akan diselenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 13 Bupati dan Wakil Bupati, serta 2 Walikota dan Wakil Walikota secara serentak pada hari 27 November 2024 kelak.

 

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan serta kedamaian. Sebab menurutnya, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan lancar,” ucapnya.

 

Menanggapinya, Budi salah satu wali santri juga mengatakan bahwa melihat kondisi zaman yang makin tidak ada batasan terpaksa memondokan putra sulungnya di pondok pesantren tersebut.

 

“Dunia sekarang berbeda dengan dahulu yang lebih mengedepankan tepo sliro dan adab terhadap orang yang lebih tua, untuk itu saya pondokan anak sulung agar kelak menjadi orang yang memahami ilmu agama serta dapat mandiri,” kata dia.

 

Ia juga menuturkan, bahwa apa yang disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memang benar adanya. Bekal ilmu dari pondok pesantren tentunya menjadi modal awal bagi anak untuk menjalani kehidupan mendatang secara mandiri.

 

“Anak pondok insha Allah lebih mandiri dan memiliki ilmu agama yang ditopang dengan akhlaq yang baik, nah ini adalah salah satu modal yang orang tua sendiri belum tentu dapat mewariskannya,” tutur dia.

 

oleh: Sapto firmansis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *