PESAWARAN-(PeNa), Hasil dari rapat bersama, camat diminta untuk waspada pada lonjakan arus mudik dan segera mensosialisasikan kepada kepala desa di masing-masing kecamatannya.
“Kita instruksikan para camat agar mensosialisasikan kepada para kepala desa agar waspada kedatangan banyak orang mendekati hari raya nanti, dengan memanfaatkan posko-posko covid-19 dan mendata masyarakatnya yang masuk ke lokasinya masing masing dan mengantisipasi adanya orang yang membawa virus corona ke Kabupaten Pesawaran,” kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Rabu (13/05/2020).
Menurutnya, momentum hari raya Idhul Fitri 1441 Hijriyah kerap dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga atau mudik bagi mereka yang memiliki keluarga diluar kota.
“Memang sudah ada aturan yang melarang terkait mudik, namun kita tetap mengantisipasi, kalau sampai kebobolan, dibeberapa titik yang berbatasan dengan kabupaten/kota lain, posko screening juga dimaksimalkan,” ujar dia.
Kemudian, lanjut Dendi, hasil rapat beberapa waktu lalu, dengan Pemkot Metro dan Bandar Lampung, di Pesawaran sudah ada beberapa posko sreening di titik-titik perbatasan diantaranya di Desa Batang Hari Ogan, Masgar, dan Desa Kota Agung serta di Tugu Coklat.
“Dan untuk efesiensi posko ketupat digabungkan dengan posko screening, agar lebih maksimal,” terang dia.
Dijelaskan dia, apabila ada pemudik yang masuk tanpa adanya pihak kepolisian, maka pemudik itu tidak dapat dikembalikan, karena kewenangan protokol lalulintas ada pada kepolisian.
“Kalau ada pemudik yang datang, jika kita sendiri dari pemda yang melakukan penjagaan maka pemudik tidak bisa diminta putar balik, karena protokol lalulintas ada di kepolisian, tetapi jika ada dari kepolisian yang mendampingi maka bisa dilakukan pencegahan dan meminta pemudik putar balik,” ucap dia.
Dendi menegaskan, apabila sudah terlanjur dan ada masyarakat yang masuk, maka diminta kepala desa terkait diminta untuk menyiapkan rumah singgah sementara untuk isolasi, dan tidak diperbolehkan bertemu keluarganya sementara waktu.
“Misalnya ada yang terlanjur masuk, kita dapatkan di jalan di Posko Tugu Coklat, hendak ke Desa Sukaraja, kita minta pemudik menghubungi orang tuanya, dan desa siapkan rumah singgah untuk mengisolasi selama 14 hari, karena tak mungkin kita minta pulang lagi,” tegas dia.
Oleh: sapto fimansis






