Cegah Radikalisme Polresta Gandeng FKUB Gelar FGD

BANDARLAMPUNG-(PeNa), Untuk mencegah paham radikalisme diwilayahnya, Polresta Bandarlampung menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Lintas Agama Dan Budaya di Begadang Resto, Kamis (17/5).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama dan ketua adat serta Kepala Satuan Bina Masyarakat (Binmas) Polresta Bandarlampung serta tamu undangan lainnya. Serta dihadiri Dandim 0410 KBL Letkol Didik Harmono, Kaban Kesbangpol Suhendar Zuber, Wakapolresta Bandarlampung AKBP Yudi Chandra Erlianto, dan lainnya.
Plt Walikota Yusuf Kohar membuka acara tersebut dan sebagai  Narasumber adalah Ketua FKUB Bandarlampung Afif Ansori,  Ketua FKPT Lampung Abdussyukur, dan Kasubdit Keamanan Dalam Negeri Polda Lampung AKBP Achmad Defyudi. Kegiatan berlangsung dimoderatori Abdul Qodir Zaelani.
Pada acara tersebut semua pesertanya sepakat bahwa paham radikalisme bukanlah ajaran agama apapun, pernyataan menolak paham radikalisme dan anti Pancasila disampaikan langsung oleh perwakilan Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu serta perwakilan MPAL Bandarlampung.
Menurut Ketua panitia Kasat Binmas Polresta Bandarlampung Heriyanto mengatakan ada beberapa kesepakatan yang dicetuskan. “Ada juga kesepakatan pesertanya untuk membuat group WA alumni FGD dan langsung direalisasikan denga minta kontak personnya. Antara Binmas Polresta dan FKUB sepakat membuat grub wa, untuk penyebaran informasi yang benar, guna mencegah Hoax,” kata dia.
Sementara Ketua FKUB Bandarlampung M. Afif Anshori mengatakan, dalam kegitan forum antar umat beragama ini untuk menyatakan sikap mencegah dan menangkal radikalisme. “Dalam forum ini juga kami semua bersepakat mengutuk tindakan terorisme yang memakan korban orang banyak,” ucapnya.
Afif menegaskan, bahwa pelaku pengeboman tidak bisa mengataskan nama agama atas perbuatannya sebab di dalam agama apapun tidak ada yang mengajarkan perbuatan seperti itu. “Maka dari itu para tokoh dan ketua adat sepakat menjalin kerjasama untuk menangkal gerakan radikalisme di kalangan masyarakat,” tegas dia. PeNa-obi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *