P E S A W A R A N – (PeNa), Pandemi corona masih belum berakhir, meskipun virus covid-19 tak lagi masif memaparkan pada sejumlah orang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, Kamis (09/12/2021).
Zona bahaya di pandemi corona juga tidak lagi berada di Bumi Andan Jejama, pasalnya seluruh wilayahnya sudah masuk zona hijau. Namun demikian, kewaspadaan akan penyebaran virus covid-19 masih menjadi momok bagi manusia.
Nah, tetap waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan ketika beraktifitas di luar rumah juga menjadi proyeksi Ketut Partayasa dalam menghadapi liburan tahun baru 2022 dan natal 2021 (Nataru) mendatang.
“Kalau perlu saat Nataru lebih baik di rumah saja, menghabiskan waktu bersama keluarga dan juga meminimalisir terjadinya penyebaran corona. Karena meskipun saat ini kasus terkonfirmasi sudah menurun, alangkah baiknya kita menjaga diri dan keluarga kita dengan berada di rumah saat Nataru,” kata dia.
Nantinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran akan melibatkan pemerintah desa dalam memastikan protokol kesehatan (Prokes) berjalan ketat di lokasi tempat wisata pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Dan, bagi desa-desa yang memiliki destinasi wisata agar dapat berperan aktif untuk memastikan prokes berjalan secara baik dan juga sarana prasarana pendukung prokes dapat terpenuhi di lokasi wisata.
“Kemudian di tempat wisata pantai, yang bertanggung jawab adalah para pengelola tempat wisata tersebut, mereka harus memiliki satgas sendiri yang mengontrol prokes, kemudian juga kita mewajibkan untuk membatasi pengunjung sampai 75% saat Nataru,” ujar dia.
Untuk itu semua, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Pesawaran guna melakukan pengawasan di tempat wisata, hal ini bertujuan agar tidak adanya penumpukan pengunjung di satu lokasi tempat wisata saat Nataru.
“Tentu kita butuh kerja sama dari semua kalangan dan stake holder terkait, agar bersama-sama melakukan pengawasan di tempat wisata, jangan sampai adanya lonjakan kasus terjadi seusai Nataru,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






