PESAWARAN-(PeNa), Gabungan TEKAB 308 Polda Lampung, Polres Pesawaran dan Polsek Tegineneng meringkus dua pelaku yang diduga sebagai pembunuh, Ahad (23/08/2020) sekitar pukul 20.30WIB.
Keduanya adalah berinisial WAH (18) warga Dusun Sidobasuki Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng dan CHAN (18) warga Dusun Bumi Rejo Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng.
“Berdasar Laporan Polisi Nomor : LP/A-202/VIII/2020/Polda Lpg/Res Pesawaran/Sek Tegineneng tanggal 21 Agustus 2020, lalu petugas melakukan penyelidikan dilapangan, ” kata Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo.
Kemudian, sekira pukul 20.00 WIB, Ahad (23/08/2020) tim gabungan TEKAB 308 Polda Lampung, Polres Pesawaran dan Polsek Tegineneng berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi muncul dugaan kuat Tersangka 1 sebagai pelaku pembunuhan, selanjutnya tim menuju rumah Tersangka 1 namun tidak berada ditempat.
Pada pukul 20.15 WIB, tim kembali menuju rumah Tersangka 1 dan menanyakan keberadaannya, diperoleh informasi bahwa Tersangka 1 berada di rumah bibinya yang tidak jauh dari rumahnya.
“Kemudian tim menuju rumah bibinya namun tidak ada dirumah karena menjemput bibinya. Tidak lama kemudian Tersangka 1 tiba dirumah dan langsung diamankan ke Polsek Tegineneng,” ungkap dia.
Dari hasil pengembangan, diketahui bahwa Tersangka 1 tidak sendiri melakukan pembunuhan terhadap korban namun dibantu Tersangka 2 lalu tim menuju kerumah Tersangka 2 dan dilakukan penangkapan.
“Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti berupa 1 (satu) Unit kendaraan roda dua jenis Honda Vario Warna merah diamankan di Mapolsek Tegineneng guna dilakukan pemeriksaan selanjutnya. Untuk pasal belum dapat ditentukan, karena masih didalami soal motif dan lain sebagainya, ” tegas dia.
Untuk diketahui, sebelumnya mayat korban atas nama Dwi Ana Binti (16) seorang gadis warga Dusun Sri Agung Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng ditemukan tangan dalam kondisi terikat dan mengambang di Sungai Ledeng Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng pada Jum’at (21/08/2020) sekitar pukul 17.00WIB oleh warga yang sedang memancing.
Oleh: sapto firmansis






