Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah Dan Kantor Pemerintah Terendam Banjir

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Sedikitnya empat desa di Kecamatan Padang Cermin terendam banjir setelah diguyur hujan sejak semalam hingga siang hari, Kamis (16/12/2021).

Camat Padang Cermin Darlis mengatakan bahwa banjir yang merendam diwilayahnya diketahui dari pukul 14.00 setelah hujan dari semalam terus turun.

“Ya kalau banjirnya mulai siang tadi, karena pagi kita ada acara juga belum ada. Dan, ini lebih disebabkan karena curah hujan tinggi ditambah air laut sedang pasang. Namun demikian, masyarakat disini sudah mengerti dan paham karenanya sigap menyiasatinya, ” kata dia.

Empat desa yang tercatat terendam banjir adalah Desa Sanggi, Desa Padang Cermin, Desa Hanau Brak dan Desa Ganjaran. Meskipun terendam air banjir, namun tidak ada korban jiwa maupun material yang mengkhawatirkan.

“Kita masih mendata dilapangan bersama pihak terkait, pantauan sementara masih normal dan jika diperlukan nantinya akan dibuat dapur umum guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi korban banjir, ” ujar dia.

Meski sebatas lutut orang dewasa, banjir tersebut telah memasuki bangunan Sekolah Dasar (SD), Rumah Dinas Camat Padang Cermin, Kantor Koramil 0421/PC, Pasar Padang Cermin, TPU dan sarana jalan umum setempat.

“Selain curah hujan dengan intensitas tinggi, juga ada beberapa tanggul yang memang harus segera diperbaiki karena sudah rusak sejak lama. Kan kemarin terbentur covid, mudah-mudahan kedepan segera diperbaiki sehingga dapat mengurangi luapan air diperumahan warga, ” tegas dia.

Untuk diketahui, sampai berita ini ditulis, air banjir sudah mulai surut namun masyarakat setempat masih diminta waspada dan aparatur desa, camat, TNI,Polri serta pemerintah daerah Bumi Andan Jejama terus memantaunya sambil mendata sejumlah rumah yang terendam.

Warga sekitar ternyata sudah terbiasa dengan kondisi air banjir yang kerap menghampiri manakala hujan turun. Makmur, salah sorang warga setempat mengatakan bahwa bersama keluarganya selalu siap ketika memasuki musim penghujan.

“Banjir ini sudah kerap terjadi, kami selalu siap mengamankan barang-barang berharga diletakan ditempat yang aman. Air laut pasang, hujan dari semalam masih belum reda, ya pasti banjirlah. Mungkin karena geografis perbukitan di kawasan hutan sudah habis pohon-pohon besarnya sehingga tidak lagi maksimal menyerap air hujan, ” kata dia.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *