PESAWARAN-(PeNa), Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona meminta pada personil home care mencatat rekam medis pada penderita Cerebralpalsi (gangguan saraf motorik permanen) ,Rodiyah (28) warga Dusun Lima Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (2/8).
Penderita cacat dari kecil tersebut berasal dari keluarga kurang sejahtera,yakni Rakim (ayah) dengan Ngatiyem (ibu) pekerja buruh tani yang juga orang tua dari Rodiyah. “Saya minta,untuk personil home care mencatat rekam medis Rodiyah. Paling tidak ada tindakan yang bisa mengurangi rasa sakit pasien, ” kata dia.

Dirumah berdinding papan dan bambu tersebut, Dendi menyempatkan bercengkerama dengan Rodiyah dengan hangat. “Kamu mau minta dibelikan apa, Dek Rodiyah? Nanti kita belikan, yang sabar ya. Jangan nakal, ” pinta dia.
Didampingi kedua orang tuanya, Rodiyah dengan suara tidak jelas pun menjawab pertanyaan Bupati Dendi yang maksudnya minta dibelikan baju dan mohon rumahnya diperbaiki. Saat itu juga,Dendi memberikan uang Rp5juta kepada Rodiyah dan keluarganya. “Ini ada riski sedikit, nanti buat beli baju Dek Rodiyah dengan ibu dan bapak ya, ” ujar Dendi.
Selain memberikan bantuan uang, keluarga tersebut juga langsung didata guna menerima bedah rumah. “Ini kita data, nanti kita lakukan bedah rumah. Semoga bermanfaat ya. Dan, sebagai pemerintah, kami mohon maaf baru bisa menjangkau. Semua ini karena keterbatasan dan waktu para petugas dilapangan. ” ucapnya.
Dendi juga meminta kepada dinas kesehatan agar terus memberikan perhatian khusus pada keluarga tersebut. “Saya minta dinas kesehatan memberikan perhatian khusus. Baik tindakan medis maupun perawatan, tolong yang lebih intens ya, ” pinta dia.
Rakim dan Ngatiyem meneteskan air mata karena tidak tahan menahan rasa haru setelah bupatinya bertamu digubuknya serta memberikan bantuan. “Kami hanya bisa menyampaikan terima kasih banyak, semoga pak bupati selalu sehat dan dilindungi Allah Subkhanahu Wataala, amin, ” kata Rakim.
Rodiyah baru beberapa bulan terakhir tercatat sebagai binaan home care Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan. Dalam sebulan,dua kali dilakukan kunjungan dan perawatan. Sebelumnya, keluarga tersebut masuk wilayah Desa Margorejo dan tidak terjangkau oleh home care. PeNa-spt.






