Detik-Detik Taruna Akpol Terjun ke Sungai Tamiang Selamatkan Remaja Hanyut

Aceh Tamiang – (PeNa), Teriakan minta tolong pecah di bantaran Sungai Tamiang, Jumat (30/1/2026) sore. Seorang remaja terseret arus deras, nyaris tenggelam, sebelum taruna Akpol berlari menolong.

Saat itu, rombongan taruna Akpol tengah menuju Masjid Al Ikhsan, Kuala Simpang, untuk kegiatan trauma healing dan bakti sosial. Belum sempat turun dari kendaraan, jeritan warga memecah konsentrasi mereka.

Bacaan Lainnya

Tanpa pikir panjang, beberapa taruna langsung terjun ke sungai keruh. Tubuh Dio Haikal Prayuda (15) terlihat hanyut sekitar 20 meter dari titik awal ia terpeleset.

“Begitu dengar teriakan warga, kami langsung lari ke arah sungai dan melihat korban sudah terseret arus,” kata Brigadir Kepala Taruna Jason Moreno Nanggala Hutagalung.

Arus Sungai Tamiang sore itu cukup deras. Air cokelat keruh membuat jarak pandang terbatas. Namun para taruna nekat menembus arus demi menyelamatkan nyawa korban.

“Kami fokus satu tujuan, segera angkat korban ke daratan karena kondisinya sudah lemas dan banyak menelan air,” ujar Jason.

Setelah berhasil mengangkat Dio ke darat, taruna memberikan pertolongan pertama. Air sungai bercampur lumpur keluar dari mulut korban. Kondisinya lemah, napas tersengal, dan nyaris tak sadarkan diri.

“Korban sempat muntah air sungai. Kami jaga supaya tetap sadar sambil menenangkan orang tuanya yang histeris,” tutur Jason.

Perjuangan di Dalam Mobil hingga Tiba di RS

Proses penyelamatan belum berhenti di tepi sungai. Tiga taruna, termasuk Jason, menggendong Dio ke mobil untuk dibawa menuju posko kesehatan Polri sebelum dirujuk ke RSUD Tamiang.

Di dalam perjalanan, Dio kembali muntah dua kali. Tubuhnya menggigil. Para taruna terus mengajak korban berbicara agar tetap sadar hingga tiba di posko kesehatan.

“Saat di mobil, korban beberapa kali hampir tidak sadar. Kami terus ajak bicara dan pastikan napasnya stabil sampai tiba di posko kesehatan,” ucap Jason.

Setibanya di posko kesehatan, taruna membantu petugas medis membuka pakaian korban yang basah. Tubuh Dio diselimuti untuk mencegah hipotermia, sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit.

Sesampainya di IGD RSUD Tamiang, taruna kembali mendampingi. Mereka membantu membersihkan lumpur di tubuh korban, memberi minum, serta meminjamkan pakaian taruna agar Dio tak kedinginan.

“Kami hanya ingin memastikan korban benar-benar aman di tangan medis. Setelah kondisinya stabil dan bisa berinteraksi, barulah kami pamit kepada keluarganya,” tutup Jason.

Aksi cepat para taruna Akpol sore itu menjadi bukti bahwa di balik seragam dan latihan keras, tersimpan nurani yang sigap bergerak saat nyawa taruhannya. Keberanian mereka menjadi penolong pertama di tengah arus Sungai Tamiang yang deras.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *