Di Pesawaran, Rumah Penerima Manfaat PKH Dan BPNT Diberi Tanda

PESAWARAN-(PeNa), Rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberikan tanda dengan disablon atau dicap pada dinding luar depannya, Selasa (09/06/2020).
Kegiatan tersebut dilakukan oleh petugas dari Kementrian Sosial dengan didampingi Kepala Desa dan petugas kepolisian. Seperti yang dikerjakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tegineneng Polres Pesawaran Aipda Andi Gunarto di Desa Kota Agung Kecamatan Tegineneng.
Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan bahwa apa yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas dilapangan hanya sebatas pengamanan kepada pemerintah desa binaannya.
“Ya, prinsipnya Polri hanya memberikan pengamanan kepada aparatur desa dalam menjalankan  kebijakan pemerintah. Nah, Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri ditengah masyarakat, ” kata dia.
Tentang tanda yang ditetapkan pada rumah warga yang menerima bantuan PKH dan BPNT, hal tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda Kab) Pesawaran.
“Jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Tegineneng Polres Pesawaran melaksanakan giat bersama kepala desa mendampingi petugas kementrian sosial memberi tanda atau cat sablon di rumah warga penerima PKH dan BPNT, ” tutur dia.
Melengkapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa beberapa waktu sebelumnya pihaknya telah mensosialisasikan ditengah masyarakat melalui berbagai kesempatan kegiatan.
“Pemberian tanda kepada rumah yang menerima PKH dan BPNT sudah kita sosialisasikan dan telah dilakukan kajian psikologis masyarakat pada beberapa waktu lalu. Nah, kita berharap dengan diberikan tanda pada rumahnya, program tersebut benar-benar tepat sasaran dan bagi masyarakat yang sudah merasa ekonominya mampu maka bisa mengajukan untuk diberhentikan tidak lagi menerima bantuan tersebut,” kata dia.
Ia menegaskan, pada pandemi covid-19 dan adanya bencana banjir pada hujan yang turun belakangan ini, masyarakat diminta tetap waspada dan terus berdoa agar semuanya lekas berakhir.
“Ditengah pandemi virus corona, kita masih diuji dengan bencana tanah longsor dan banjir. Mari kita semua sama-sama waspada dan selalu berdoa guna memohon kepada Allah Subkhanahu Wata’ala agar dapat terhindar dari bencana. Kita tingkatkan kegotongroyongan dan kebersamaan dalam mengahadapi ini semua,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *