Pemancing Hilang 3 Hari di Way Semuong Ditemukan Tewas, Terseret hingga 34 Km

Tanggamus – (PeNa), Pencarian Sugiyo (55), warga Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, berakhir tragis. Setelah tiga hari hilang terseret arus Sungai Way Semuong, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (16/4).

Sugiyo sebelumnya berpamitan memancing pada Senin (13/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung pulang. Keluarga mulai cemas, terlebih debit air sungai saat itu meningkat akibat hujan.

Bacaan Lainnya

Laporan hilangnya korban kemudian diteruskan ke tim SAR. Sejak Selasa (14/4), tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian di lokasi.

Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico Saputra, mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi tim ke beberapa titik.

“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat dan air, dengan membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Namun pada hari pertama hingga hari kedua, korban belum berhasil ditemukan,” kata Nico.

Proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim menghadapi sejumlah kendala, mulai dari cuaca hujan yang membuat arus sungai semakin deras, jaringan komunikasi yang terbatas, hingga medan yang sulit dijangkau.

Memasuki hari ketiga, titik terang akhirnya muncul. Sekitar pukul 09.00 WIB, warga melaporkan penemuan jasad di sekitar Dermaga Batu Balai, Kecamatan Limau.

Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban pada pukul 09.17 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 34 kilometer dari titik awal kejadian,” ujarnya.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Batin Mangunang untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 10.20 WIB.

Pihak SAR mengingatkan warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah cuaca tak menentu yang berpotensi meningkatkan debit air secara tiba-tiba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *