Dinilai ‘Gagap’, Pemerintah Abaikan Ancaman Irigasi

BATANGHARI (PeNa) Pemerintah lambat, satu per satu pohon tua sepanjang jaringan irigasi tumbang, tak ayal kondisi tersebut tidak hanya merepotkan warga sekitar tapi juga menghambat dan merusak kondisi fisik jaringan.

Rabu (10/11) sekitar pukul 08.00, dua pohon berumur tua berdiameter diatas 25 centimeter tumbang didua titik yang berbeda. Tumbangnya pohon tersebut diakibatkan tingginya curah hujan disertai angin yang terjadi pada malam sebelumnya.

“Lambat (pemerintah), sudah kami sampaikan beberapa kali tapi saja masih belum ada penertiban pohon tua disepanjang irigasi. Kalau seperti ini kan merepotkan warga. Kalau tidak dibersihkan mengganggu jalan karena sebagian dari batang pohon itu melintang disebagian badan jalan,” ujar salah seorang warga yang ikut bergotong royong membersihkan.

Petani bergotong royong membersihkan satu satu pohon tumbang akibat tingginya curah hujan dan angin yang terjadi sebelumnya. Mereka berharap ada peran aktif pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut. Foto Wahyu YL Maskomar

Terpisah Kepala UPTD Wilayah II Dinas Pengairan Provinsi Lampung, Yeni RIyanto mengaku tidak dapat berbuat banyak selain mengandalkan tenaga masyarakat yang membersihkan ketika ada kejadian pohon tumbang. “Ya pemerintah saat ini belum bisa berbuat banyak selain menunggu ada kejadian kemudian dibersihkan secara gotong royong,” kata dia di Bandar Lampung.

Yeni juga telah mengetahui kejadian tumbangnya beberapa pohon dibeberapa titik. “Saya sduah tahu ketika ada petugas kami dilapangan melapor sejak pagi tadi, tapi ya itu saya sendiri masih menunggu langkah kongkrit terkait rencana penataan pohon tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Pemerhati Sungai dan Jaringan Irigasi (PESAGI) Agus Hermanto mengaku prihatin dengan sikap pemerintah terkait pemeliharaan jaringan irigasi termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Musim penghujan seperti ini jajaran Operasional Pemeliharaan sungai dan irigasi diuji. Harus ada langkah kongkrit untuk mengantisipasinya. Ini masalah serius, kita tahu kondisi jaringan beberapa diantaranya baru saja selesai direhap, dan masih banyak sekali jaringan yang berumur tua bahkan belum tersentuh dengan rehabilitasi selama puluhan tahun,” kata dia. YUL

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *