Ditengah Pandemi Corona, KKN Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Pilih Kenalkan TIK Pada Siswa SD

 

LAMPUNG SELATAN-(PeNa), Untuk menyesuaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan kebutuhan masyarakat dalam belajar dimasa pandemi, maka program pengenalan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kepada Siswa Sekolah Dasar, adalah pilihan utama dalam kegiatan belajar dimasa sekarang ini.

Demikian dikemukakan Alifia Putri Ramadhani salah satu peserta Program Kerja KKN Kampus Mengajar angkatan 1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dari program studi Pendidikan Biologi di Sekolah Dasar Negeri Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, Senin (28/06/2021).

“KKN tahun 2021 ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena tahun ini bersamaan dengan adanya wabah pandemi covid-19. Oleh sebab itu untuk menyesuaikan kegiatan KKN dengan kebutuhan masyarakat dalam belajar dimasa pandemi, maka Program pengenalan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kepada Siswa Sekolah Dasar, adalah pilihan utama dalam kegiatan belajar,” kata Alifia.

Ia juga menerangkan, sebagai sumber informasi, jaringan internet telah menjadi salah satu sumber pembelajaran di dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tidak lagi berfokus pada tatap muka. Sebab, sekarang ini mulai muncul konsep distance learning.

“Nah, di sekolah ini mata pelajaran Pengenalan TIK ditujukan kepada siswa siswi kelas 4 dan 5, hal ini dikarenakan pada tingkatan ini siswa sebentar lagi akan menempuh ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat menjadi salah satu bentuk persiapan untuk ujian bebasis computer atau Computer Assist Test (CAT). Selain itu dengan pengenalan TIK, siswa mengenal dan memahami teknologi yang dapat mendorong terlaksananya literasi dan numerasi dikala pandemi, ” terangnya.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada Hari Jum’at dan Sabtu tanggal 25-26 Juni 2021 pukul 08:00 – 10:30, siswa kelas 4 dan 5 diperkenalkan cara mengoprasikan laptop secara mandiri, siswa sudah terlebih dahulu diajarkan tata cara untuk mengoprasikan laptop, menghidupkan dan mematikan, mengetik, sampai dengan mengerjakan soal secara online.

“Untuk kenyamanan siswa dalam belajar, dibentuk kelompok yang terdiri dari 20 orang, hal ini untuk mengurangi jumlah siswa yang hadir dalam setiap sesi, tetapi diatur kehadiranya berdasarkan kelompok, ” ujar dia.

Menurutnya, Kemajuan TIK membuat bidang pendidikan tidak lagi berjalan di tempat. Keberadaan internet dan piranti komputer kekinian telah menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan memanfaatkan berbagai software aplikasi konferensi di komputer atau ponsel pintar ditunjang akses internet, pembelajaran tetap bisa dilangsungkan meski ada kendala berkumpul tatap muka di kelas, ” tutur dia.

Alifia juga mengutip apa yang pernah disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudrisetk) Nadiem Anwar Makarim bahwa, tujuan diadakannya Kampus Mengajar yaitu untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, serta membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T.

“Sehingga, mahasiswa dapat menjadi partner guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Karena, teknologi informasi dan komunikasi telah membawa bidang pendidikan ke paradigma baru pembelajaran yang lebih fleksibel dan mudah diakses, ” tegas dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *