Gerakan Pemuda Marhaenis Sleman Desak Evaluasi MBG Usai Siswa Keracunan di Turi

‎SLEMAN (PeNa) – Kejadian dugaan keracunan makanan puluhan siswa di Turi memicu keprihatinan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sleman yang meminta keamanan program MBG segera diperketat secara menyeluruh di Sleman.

Budi Black, Ketua DPC GPM Sleman, menyatakan prihatin atas dugaan keracunan yang dialami siswa pada Senin (7/9/2026) tersebut di Sleman kini.

“Kami sangat menyayangkan dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa para siswa,” ujar Budi Black menyikapi peristiwa tersebut dengan serius di Sleman hari ini.

Menurut Budi, program Makan Bergizi Gratis merupakan program penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sebagai penerima manfaat pemerintah secara berkelanjutan di Sleman secara nyata.

“Namun, aspek keamanan pangan, kualitas makanan, pengolahan, distribusi, dan pengawasan harus menjadi prioritas utama,” tegas Budi kepada publik dan pemerintah di Sleman secara serius.

“Kami meminta semua pihak tidak saling menyalahkan, tetapi segera melakukan evaluasi dan kajian menyeluruh,” kata Budi Black kepada masyarakat di Sleman hari ini secara terbuka.

Evaluasi, menurut Budi, harus mencakup bahan baku, proses memasak, kebersihan, pengemasan, distribusi, hingga makanan dikonsumsi siswa secara aman dan layak di Sleman secara menyeluruh.

“Standar keamanan pangan harus dipastikan sejak bahan diterima hingga makanan dikonsumsi siswa,” tegas Budi menyoroti pentingnya pengawasan berlapis dan ketat di Sleman secara konsisten.

GPM Sleman meminta pemerintah mengkaji ulang mekanisme pengawasan MBG, khususnya pelaksanaan program tersebut di wilayah Kabupaten Sleman secara menyeluruh di Sleman hari ini secara terbuka.

“Kami mendorong evaluasi dilakukan secara terbuka agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujar Budi Black dalam pernyataannya kepada publik di Sleman hari ini secara terbuka.

Menurutnya, transparansi diperlukan untuk mengetahui titik persoalan tanpa terburu-buru menyimpulkan penyebab sebelum pemeriksaan dan kajian selesai dilakukan secara resmi di Sleman secara terbuka.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi yang utama,” tegas Budi, meminta penanganan siswa terdampak diprioritaskan sepenuhnya oleh semua pihak di Sleman secara menyeluruh.

GPM Sleman juga mendorong siswa terdampak memperoleh pemeriksaan serta pelayanan kesehatan optimal sampai kondisi mereka benar-benar dinyatakan aman dan pulih di Sleman secara menyeluruh.

“Jangan sampai program yang bertujuan memberikan gizi dan kebaikan justru menimbulkan persoalan kesehatan,” kata Budi dengan tegas kepada pemerintah di Sleman secara menyeluruh.

Budi berharap kejadian tersebut menjadi momentum memperkuat pengawasan dan memperbaiki sistem pelaksanaan MBG di Sleman secara menyeluruh dan berkelanjutan di Sleman secara serius.

“Kami ingin program ini berjalan baik, transparan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Budi Black kepada seluruh pihak di Sleman secara menyeluruh.

DPC GPM Sleman menyatakan siap ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah agar berbagai kebijakan berjalan sesuai tujuan dan kepentingan publik secara nyata di Sleman untuk masyarakat.

“Pengawalan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan standar keamanan dan pelayanan benar-benar diterapkan secara konsisten,” kata Budi di Sleman secara konsisten.

“Kami siap mendorong perbaikan bersama, sehingga program MBG tetap menghadirkan manfaat tanpa mengabaikan keselamatan penerima manfaat,” pungkasnya dengan tegas di Sleman secara nyata.

Peristiwa di Turi menjadi perhatian GPM Sleman, yang menyerukan evaluasi menyeluruh demi memastikan makanan bergizi tetap aman dikonsumsi siswa setiap hari di Sleman secara menyeluruh.WAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *