Gubernur  Ridho Pastikan Terminal Rajabasa Aman Untuk Pemudik

 

BANDAR LAMPUNG-Peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ditentukan sejumlah faktor yang diantaranya konektivitas antar daerah, Untuk itu Pemprov terus gencar melakukan pembenahan sarana dan moda transportasi darat laut dan udara.

Gubernur Ridho berpendapat, konektivitas antar daerah sangat bergantung pada sarana tranportasi, untuk menjangkau daerah yang ada serta membangun konektivitas tersebut harus tersedia moda transportasi yang memadai dari jalur laut, darat bahkan udara, jika keduanya mampu direalisasikan secara otomatis akan tercipta peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“ Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari connectivity atau sarana perhubungan yang menghubungkan daerah satu dengan yang lainnya. Dihubungkan dengan sarana perhubungan yang cepat, yang aman, yang nyaman. Hal inilah yang menjadi conncern pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong terus agar tahun ini juga Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional dan memperbaiki terus sarana prasarana perhubungan lainnya,”tegas Ridho saat melakukan pengecekan kesiapan Terminal Rajabasa, Stasiun Tanjung Karang, dan Pol Damri Tanjung Karang dalam menghadapi arus mudik lebaran 1438H, Kamis (22/06/2017) malam.

Untuk faktor keamanan, kata Ridho, Terminal Rajabasa telah lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu, bahkan pada mudik 2016 lalu, nyaris tidak ada peristiwa yang berdampak  buruk terhadap faktor keamanan di terminal tersebut.

Kendati demikian Ridho berpendapat, stigma   Terminal Rajabasa  yang rawan kejahatan di sebagian masyarakat luar Lampung masih melekat, untuk itu jika dilakukan perbaikan infrastruktur dan merubah bentuk bangunan lebih modern, kemungkinan kesan seram yang melekat di terminal terbesar se-Sumatera itu lambat laun akan hilang.

“ Di sebagian masyarakat luar Lampung masih beranggapan jika terminal Rajabasa ini tidak aman dan merasa khawatir, namun jika kita merubah bentuk nya lebih artistik dan modern layaknya terminal Tirtonadi Solo, dan namanya kita ubah dengan salah satu tokoh Lampung yakni Zainal Abidin Pagaralam misalnya, Saya rasa anggapan miring tentang  terminal Rajabasa ini akan hilang dengan sendirinya,”ucap Ridho.

Untuk moda transportasi darat seperti Kereta Api, Ketua DPD Demokrat Lampung inimengatakan, angkutan darat itu lebih efesien dibanding yang lain karena selain waktu perjalanan yang mampu diprediksi, Kereta Api juga anti macet.

Begitu juga dengan Stasiun Tanjung Karang yang sudah mempersiapkan lonjakan arus mudik 2017, dalam kunjungannya Gubernur Ridho sempat bercakap-cakap dengan dalah seorang penumpang asal purwokerto yang hendak melakukan mudik ke Lampung Utara menggunakan kereta api.

“ Yang pasti Pemerintah Provinsi Lampung memastikan jika Terminal rajabasa dan Stasiun KA ini aman dan nyaman untuk pemudik, dan kami akan berusaha semaksimal mungkin melengkapi sarana pendukung agar pemudik merasa nyaman,”tandasnya.

 

Sementara itu Kepala Terminal Mustika Wati menyampaikan bahwa dalam memberikan kenyamanan kepada para pemudik,  pihaknya telah menyiapkan ruang menginap bagi para pemudik. “Ruang menginap ini digunakan bagi para pemudik yang kemalaman, dan menghindari dari hal yang tidak diinginkan,”jelas Mustika.

Senada, Kepala divisi regional tanjung karang Suryawan menuturkan bahwa untuk hari ini kurang lebih sudah ada 1000 pemudik dari Lampung keluar daerah Lampung. Selain itu  juga 1000 orang  berasal dari Luar Provinsi Lampung. Ia menjelaskan banyak pemudik dari luar Lampung seperti Bandung,  Depok,  Gambir menuju ke Lampung dengan tujuan berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Saat ini jumlah bus Damri yang beroperasi di stasiun kereta api mencapai 25 unit per hari .(RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.