BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar solawat akbar dengan menghadirkan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, di Lapangan Saburai Garuda Hitam, Jumat (9/9/2023) malam.
Solawat bersama yang diinisiasi Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bandar Lampung, dan didudukung Pemerintah Kota Tapis Berseri itu dinamai “Bandar Lampung Bersholawat”, dipadati Ribuan penduduk Lampung.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan sambutan apresiasi terhadap PCNU) Bandar Lampung yang telah menginisiasi kegiatan sholawat bersama.
“Melalui solawat ini, kita bermohon dan bermunajat kepada Allah SWT untuk keselamatan bangsa dan negara khususnya di Kota Bandar Lampung. Mudah-mudahan Bandar Lampung selalu dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Eva Dwiana.
Eva Dwiana juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, dan tidak terprovokasi yang menimbulkan perpecahan dan menghancurkan Kerukunan.
“Kita semua bersaudara, mari kita wujudkan Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung yang aman, damai dan sejahtera di bawah naungan serta karunia Allah SWT,” pungkasnya.
Saat diwawancarai Saibetik.com, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Maulana mengatakan, dirinya sengaja hadir tidak mau melewati kesempatan bersholwat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf.
“Sangat baik acara begini, kami dan sebagian orang disini pastinya frans Habib Syech tentu tidak ingin melewati kesempatan saat pemerintah kota menghadiri sosok beliau untuk memandu sholawat bersama ini,” ujar Maulana.
Menurut maulana, Pemerintah Kota Bandar Lampung memang sudah sejatinya menggelar acara bertema religi untuk kawula muda dapat meneladani Rosulullah.
“Sehingga meskipun acara sangat padat, dihadiri banyak masyarakat yang ada juga dari luar Bandar Lampung. Namun tidak mengluluhkan antusias kami untuk menghadiri kegiatan solawat bersama ini,” tambahnya.
Sementara mahasiswa Teknokrat Lampung, Lusi Thania yang di jumpai di lokasi mengatakan bahwa sempat kesulitan saat mencari lokasi Parkir.
“Saya dari arah kebon jeruk tadi sudah padat, saya pakai motor dari habis magrib berangkat bisa sampai di lapangan saburai itu malah setelah adzan isya. Tapi nggak apa-apa, dari sini kita melihat, bahwa tidak cuma saya yang semangat untuk datang keacara ini. Terimakasih Bunda Eva Dwiana,” pungkasnya.***






