P E S A W A R A N – (PeNa), Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1443H yang jatuh pada Ahad 03 April 2022, seperti biasanya harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) dipasaran melaju cepat.
Kondisi pasar dengan kenaikan harga bahan pokok pangan tersebut masih didapat dijangkau dan ketersediaan stoknya pun terpantau cukup guna memenuhi kebutuhan masyarakat Bumi Andan Jejama hingga masuk bulan Ramadhan.
“Kita juga jangan melupakan, situasi saat ini masih dilanda pandemi covid-19, maka dari itu kita terus mengingatkan kepada para pedagang maupun pembeli agar terus menerapkan prokes secara ketat,” kata Ketua Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran Awaludin ketika inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Desa Sukaraja Kecamatan Gedong Tataan.
Ketua Satgas Ketahanan Pangan Pemkab Pesawaran Awaludin mengatakan, kegiatan monitoring tersebut juga sebagai bentuk pengawasan Pemkab Pesawaran terkait stok dan harga kebutuhan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan 1443H.
“H-2 menjelang Ramadhan, hari ini kita sengaja melakukan monitoring stok dan harga sembako dibulan Ramadhan, hal ini kita lakukan agar masyarakat tidak merasa cemas dengan stok sembako selama bulan Ramadhan,” ujar dia.
Hasil pantauan sementara, stok sejumlah kebutuhan bahan pokok seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur masih cukup aman. Selain itu, harga komoditas tersebut juga terbilang stabil di pasar tradisional meskipun ada kenaikan yang tidak terlalu signifikan.
“Stok dalam keadaan aman harga juga masih stabil, seperti telur perkilonya Rp23 ribu ini masih stabil, bawang putih mengalami penurunan dari Rp32 ribu menjadi Rp28 ribu perkilo, namun bawang merah mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan dari Rp24 ribu menjadi Rp26-28 ribu perkilo,” ucap dia.
Awaludin menerangkan bahwa saat ini hanya daging sapi yang mengalami kenaikan dengan signifikan yakni mencapai Rp20 ribu perkilonya. Diketahui, sebelum memasuki bulan Ramadhan harga daging sapi diharga Rp130 ribu, namun ketika H-2 bulan Ramadhan harga daging sapi mencapai Rp150 ribu perkilonya.
“Kemudian untuk daging ayam potong satu ekornya mencapai Rp35 ribu, kemudian untuk daging ayam kampung mencapai Rp50 ribu, kemudian untuk gula curah mencapai Rp14 ribu, sedangkan untuk gula kemasan Rp15-16 ribu, sedangkan minyak goreng kemasan stoknya aman, namun untuk migor curah stok ada namun tidak terlalu banyak,” terang dia.
Melengkapinya, Herman salah satu pedagang di Pasar Tradisional Desa Sukaraja mengatakan bahwa kenaikan harga memang terjadi setiap menjelang hari besar. Kondisi tersebut juga kerap membuat pedagang kesulitan menjual barang dagangannya karena daya beli yang turun.
“Puluhan tahun saya dagang sembako, kalau naik harga gini bingung sendiri. Karena, daya beli masyarakat pasti turun. Tapi kalau pemerintah ikut berperan menstabilkan harga, ya bagus. Mudah-mudahan stok barang banyak dari produsen sehingga dipasar tetap terjaga, ” kata dia.
Oleh: sapto firmansis






