
PADANG-(PeNa), Salah satu kegiatan di Hari Pers Nasiional (HPN) 2018 adalah pembacaan puisi. Peserta asal Lampung Isbedy Setiawan ZS, tampil memukau dalam pentas puisi, di Theater Terbuka Taman Budaya Kota Padang Sumatera Barat, Rabu malam (7/2).
Kutipan puisi “Karena Malin Telah Jadi Perahu, Petuah untuk Semua.
Tapi, ibu, usah sumpahi Malin seperti itu. Malin tak mau, tak elok jadi batu. Karena Malin telah jadi perahu.Berlayar selalu ke jatimu..
Puisi berjudul Karena Malin Telah Jadi Perahu yang dibawakan Isbedy Setiawan ZS itu, menyiratkan nasihat bagi kita semua, khususnya para orang tua.
Puisi itu berpesan agar kita semua lebih bijak menyikapi segala persoalan. Tak perlu mengeluarkan serapah dan kutuk pada suatu kehilafan, bahkan kedurhakaan sekali pun, seperti malin yang dikutuk menjadi batu.
Mengapa kita harus mengutuk, bukankah memaafkan lebih mulia dari pada menghukum.
Selain, Karena Malin Telah Jadi Perahu, pada Parade Baca Puisi Wartawan Indonesia itu Isbedy juga membawakan dua puisi lain berjudul: Menuju Timur dari Kayu Kolek dan Ampangan Awan dan hujan adalah kata-kata.
Sekitar 35 wartawan dari 55 yang lolos seleksi ikut meramaikan acara ini. Di antaranya Deni Kurniawan, Denny Melizon, Endang, Bambang Widiatmoko, Syarifuddin Arifin, dan lain-lain.
Hadir dalam pembacaan puisi para wartawan Indonesia yakni Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar, Bambang Eka Wijaya, Edy Utama, Garin Nugroho, dan para seniman Sumbar. PeNa-spt.






